Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Wednesday, October 19, 2011

Travel : The Shanghai Bund



Day 7 : September 2, 2011
The Shanghai Bund



The Bund  is a waterfront area in central Shanghai, People's Republic of China. The area centres on a section of Zhongshan Road (East-1 Zhongshan Road) within the former Shanghai International Settlement, which runs along the western bank of the Huangpu River, facing Pudong, in the eastern part of Huangpu District. The Bund usually refers to the buildings and wharves on this section of the road, as well as some adjacent areas. It is one of the most famous tourist destinations in Shanghai. Building heights are restricted in this area.

The Bund houses 52 buildings of various architectural styles such as Romanesque, Gothic, Renaissance, Baroque, Neo-Classical, Beaux-Arts, and Art Deco (Shanghai has one of the richest collections of Art Deco architectures in the world). 

Source : Wikipedia The Bund

Setelah makan malam, kita langsung menuju ke Nanjing Road.  Lho ... kok tidak ke The Bund dan Pearl Tower?  Itu karena sebagian besar dari kita ingin shopping.  Hanya 3 orang dari rombongan ini yg ingin ke The Bund.  Saya termasuk diantaranya.  Jadi setelah menentukan meeting point, kita bertiga berpisah dari rombongan yg mau shopping.  Kita jalan kaki menyusuri Nanjing Road sampai ke ujung dan kita tinggal menyeberang, sampailah kita di The Bund dan Pearl Tower.

Keterangan tentang The Bund silahkan baca di Wikipedia.  Suasana malam hari di The Bund sangat ramai dan sungguh meriah. Bentuk dan gaya gedung-gedungnya unik dan keren.  Warna-warni lampu dari 52 building di kawasan itu benar-benar spektakular.  Seandainya saya bawa tripod, pasti bagus banget foto-fotonya.

Salah seorang rekan di kantor saya ikut group tour lain dan salah satu acaranya adalah naik perahu menyusuri The Bund, katanya bagus sekali.  Betul juga kata tour guide kita, si Sumar, kita jalan-jalan ikut tour bukan mau beli barang, atau beli oleh-oleh, tapi mau beli kenangan indah, memory yg berkesan dan tak terlupakan.  Sayang seribu sayang, saya tidak ikut cruise di Huangpu River.  Next time deh kalau ke sini lagi, kudu naik kapal itu.

Kata orang "picture speaks thousand words".  Nah ... saya gak usah kasih keterangan gambar panjang lebar, enjoy aja foto-foto berikut ini he he he ...  Oya, foto-foto ini bukan HDR tapi foto beneran sekali jepret, cuma karena pengaruh cahaya lampu, warna fotonya jadi kayak begini.

Dari ujung Nanjing Road, tinggal nyebrang aja, sampai deh di The Bund


Nyebrangnya lumayan tertib di zebra cross, soalnya ramai bener sih 


Dimana-mana orang sibuk motret ... saya termasuk diantaranya :) 
Salah satu gedung favorit saya.



Saya suka nih sama gedung yg atapnya seperti mahkota raja ini

Hampir jam 8 malam, masih belum terlalu malam ... masih boleh jalan-jalan.  Hm... masih pengen shopping pula ...


Huangpu River dan deretan gedung-gedung dengan lampu warna-warni, termasuk Pearl Tower yg unik bentuknya

 Nah ... yg ini  foto favorit saya nih ... Bentuk atapnya lucu, bulat-bulat.

 Gedung Atap Hijau ini unik juga lho ... Kalau tidak salah ini Peace Hotel ?
 

 Shanghai Oriental Pearl Tower

The Oriental Pearl Tower is a TV tower in Shanghai, China. The Oriental Pearl Tower is located at the tip of Lujiazui in the Pudong district, by the side of Huangpu River, opposite of The Bund.

It was designed by the Shanghai Modern Architectural Design Co. Ltd. Principal designers are Jiang Huan Chen, Lin Benlin and Zhang Xiulin. Construction began in 1990 and the tower was completed in 1994. At 468 m (1,535 feet) high, it was the tallest structure in China (excluding Taiwan; see Taipei 101) from 1994–2007, when it was surpassed by the Shanghai World Financial Center. The Oriental Pearl Tower belongs to the World Federation of Great Towers.

The design of the building is said to be based on a verse of the Tang Dynasty poem Pipa Song by Bai Juyi about the wonderful sprinkling sound of a pipa instrument, like pearls, big and small falling on a jade plate. However, the designer Jiang Huancheng says that he did not have the poem in mind when designing the tower. It was the chief of the jury board who said it reminded him of that poem.

Source : Wikipedia Oriental Pearl Tower

Waktu Tahun 2004 saya sudah pernah naik ke Shanghai Pearl Tower ini, ke Observatorium ... melihat pemandangan kota Shanghai dari sore hingga malam hari.

Difoto dari seberang jalan, ada patungnya tuh di sebelah kiri


 By the Huangpu River


 Next time kalau ke sini lagi, kudu naik kapal ini ....


Nanjing Road

Sebetulnya masih ingin foto-foto dan memandang The Bund lebih lama, tapi takut ketinggalan rombongan.  Kita menyusul ke Nanjing Road.  Jalan ini cukup panjang dan bus pariwisata tidak boleh masuk kawasan ini.  Jadi bus kita parkirnya jauh deh, di luar kawasan ini.

Nanjing Road ini bentuknya seperti Pasar Baroe juga ... di kanan dan kiri penuh toko-toko.  Saya hanya sempat masuk ke satu toko, UNIQLO saja ... cuma beli kaos dan celana cargo. Waktu sudah habis ... wah kalau begini sih gak bisa dibilang shopping nihhhh.  Waktu kurang lama. Banyak terbuang untuk jalan kaki dari dan ke parkiran bus.  Capek dueeeehhhhhh ....

Tempat Meeting Point kita adalah di depan toko camilan dan makanan yg bisa buat oleh-oleh, jadi selagi menunggu teman-teman berkumpul, saya jajan youghurt rasa peach, enak gilaaa !




Overviewing Evening in Shanghai

Kita menginap di Hotel Holiday Inn Zhabei, letaknya agak di pinggiran kota Shanghai, katanya lebih dekat ke airport.  Kalau dipikir-pikir jauh dekat dengan airport sih enggak pengaruh deh, secara besok pagi kita akan check out, tidak langsung ke airport tapi masih jalan-jalan sampai malam karena penerbangan kita midnight.

Foto-foto di bawah ini saya ambil dari jendela kamar hotel.  Jendela dibuka, dan karena saya tidak bawa tripod, jadi kamera saya taruh di atas tempat tissue.  Begini nih kalau malas bawa tripod he he he ...  Pemandangan gedung-gedung, jalan, dan lampu-lampu kelap-kelip.







Anak-anak muda dari rombongan kita pada keluar lagi menikmati gemerlap kehidupan malam kota Shanghai.  Masih muda memang paling enak, masih banyak energinya ...

Malam ini saya capek sekali, setelah packing langsung terkapar, tidur ... sambil membayangkan Shanghai Bund, Shanghai Pearl Tower, Shanghai Tang, Shanghai Dress, Es Shanghai ... zzzzzzzz

to be continued

rgds,
Lucy

9 comments:

Veny said...

g baru menikmati poto2nya , ntar baru baca crt nya .
good shot ! bgs banget poto nya .

GeGe said...

vi, tu pics klo pake pocket ga sekeren itu kali yee..pocket klo malem blur banget hukhuk...

btw vi, lo ke china ni brp hari? pake tur paan? keknya lo blom jwb pertanyaan veny kpn hari ituu...:)

v1olet said...

@ veny : Iya, foto kan speaks thousand words, jadi lihat2 foto juga ok.
@ GeGe : Yg pakai pocket camera hanya yg di Huangshan pas hujan-hujanan sebelum makan siang dan pulang. Selebihnya pakai DLSR.
Kalau motret malam hari, iso-nya musti tinggi, kalau enggak, hasilnya gelap, dan kalau goyang sedikit langsung blur banget. Kalau compact kan ada setting untuk night dan yg firework.
Ke China 8 hari, pakai Best Tour.

Yoab.Kurniawan said...

ciamik foto night shotnya
start effect f kecilnya mantep

coba yah jakarta bisa berfoto2 ria begini gak berbayar

eunike mk said...

iya vi, g tau klo lo pk pocket cam cm pas di gn Huangshan. g komen gini krn g pnynya cm pocket huahuaaa...klo di pk buat moto malem kek di shanghai bund kira2 bakal blur ga? nightshot na jauh dari memuaskan...or g yg ga bisa pk kale yaaa...? iso gede goyang pasti blur y vi? brarti mesti pk tripod yah?

btw, Best Tour overall memuaskan ga vi? 2TL nya agak nyebelin yeee...? 8hr trmsk hr brkt n pulang? (biasa kan ditulis gt hmpfh...)

campursarimidwifery said...

nice shot. Kamera bagus, obyek bagus, bagussss smua....profeciat.

VanillaSeven said...

Lovely review. Feels like I was in Shanghai by instance :)

v1olet said...

@ yoab : iya, ke museum textile kudu bayar ya ... belum lagi dipalakin preman. kalo gitu ke kawasan sudirman aja, di bunderan HI kalo mau foto2 gedung dan suasana malam.

@ eunike : kayaknya bisa pakai pocket camera, cuma musti disetel manual dan diatur settingnya. itu di The Bund yg di pinggir sungai, orangnya banyak banget desak2an, jadi kalau pakai tripod juga rada susah.

@ campursari & vanilla : thank you, glad you enjoy the photos and review :)

v1olet said...

@ eunike : tournya 8 hari, kalau termasuk sama pulangnya jadi 9 hari, karena tiba di Jkt pagi keesokan harinya.