Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Thursday, May 10, 2012

Photography : Suatu Siang di Depan Rumah

Minggu, 6 Mei 2012
Siang hari, habis hujan, setengah mendung, setengah cerah, walaupun rasanya gerah ...
kayaknya enak juga buat motret obyek yg ada di depan rumah

Bunga



Bunga dan Kupu-kupu


Sebetulnya saya mau memotret bunga ungu ini, tapi tiba-tiba seekor kupu-kupu hinggap di bunga yg sedang saya potret.  Jadi ada kupu-kupunya deh.  Kebetulan yg menyenangkan :)

Daun-daun Kering


Click the image to enlarge







rgds,
Lucy

Wednesday, May 09, 2012

Photography : Epicentrum Walk

Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta
5 Mei 2012

Masih bersemangat setelah menghadiri Seminar EOS Master of Craftsman, kita jalan-jalan seputar Epicentrum Walk.  Lokasinya sih bagus, gedungnya unik, lingkungannya bersih, cuma sayang kemana-mana kita ditegur satpam.  Saya bersama 4 rekan rupanya kebagian semua.

Saya masih mencoba explore dengan CZ Jena Flektogon 35mm f/2.4.  Semua foto yg saya posting di sini menggunakan lensa itu, edit minimalis, resize, dan watermark.

Menurut Tyler Stableford, foto itu harus ada cerita dan ada berita.  Jurnalis gitu lohhh ...  Jadi katanya, background itu jangan terlalu creamy, sebaiknya walaupun blur tapi masih kelihatan bentuknya supaya bisa bercerita tentang suasana dan tema foto itu sendiri.  Cocok tuh dg lensa saya ini.  Blurnya masih berbentuk.

Pink Lily


The Buildings


Waktu lagi motret cafe ini, saya ditegur satpam, katanya kalau mau motret jangan berhenti terlalu lama, kalau bisa sambil jalan sambil motret.  Saya jadi melongo, hebat amat motret sembari jalan ... lah lensa saya manual focus, ngekernya aja kudu pakai perasaan, bagaimana mau motret sembari jalan ya ... ?!&@$^




Saat saya motret jalanan ini, gantian teman saya yg ditegur satpam saat mereka lagi memotret salah satu gedung.  Katanya kalau mau motret gedung, harus minta ijin dulu sama manajemen gedung.  Kita pun melipir .... pindah ke pinggir sungai.



Lagi seru-serunya motret sungai, ehhhh ... temen saya disamperin satpam lagi.  Katanya kalau mau foto-foto harus ada ijin tertulis dari manajemen.  Duhhh ... repot amat ya mau motret.  Beda banget sama di Singapore atau di luar negeri lainnya ... mau motret mah motret aja ... malah bersyukur ada yg mau motret gedung dan designnya ... kalo dipotret kan tandanya dikagumi dan bisa dikenal.

Akhirnya kita duduk-duduk aja di pinggir sungai.  Hanya sebentar, lalu kita bubar.

Jadi acara "A Walk in the Park" berakhir karena bolak-balik ditegur satpam.

rgds,
Lucy

Tuesday, May 08, 2012

Photography : Carl Zeiss Jena Flektogon 35mm f/2.4

Saya punya mainan baru nih ... Lensa legendary buatan Germany tahun 1970-an.  Manual Focus, mount Pentax M42.  Ini lensa Wide Angle (jika dipasang di kamera full frame) dan Semi Macro.  Saya "keracunan" lensa ini dari motoyuk dan sepertinya asik juga.  Jadilah saya cari-cari di ebay dan berhasil nge-bid lensa ini yg kondisinya masih bagus dari sebuah penjual di Inggris.

Lensa ini saya beli seharga GBP 142 + ongkir.  Masih harus dibelikan adapter M42 to EOS seharga Rp 170 rb + ongkir.  Saya merasa perlu dipasang filter UV yg bagusan. Repotnya, di sini lensa dengan diameter 49mm tuh jarang, maka filternya pun jarang yg jual.  Jadilah saya ubek-ubek ebay lagi utk beli B+W UV Filter berdiameter 49mm seharga USD 40.

Hari Selasa, 1 Mei 2012, lensa yg ditunggu-tunggu tiba dan kena bea sebesar Rp 7.000,-  Tumben murah, mungkin karena ini lensa bekas.  Langsung saya jajal sebab sudah penasaran.  Katanya warnanya sangat khas dan dahsyat.  Problemnya saya belum biasa pakai lensa manual focus he he he ...

Ini hasil foto-fotonya, tidak saya edit, hanya saya resize dan beri watermark.



Fish without Chips - dinner saya malam itu ...



World Traveler Lip Case 




Nah yg ini, foto pajangan keramik di kantor, first attempt, cuma 1x shot aja.  Edit minimalis, crop, resize, dan watermark.


So far saya puas dengan lensa tua kecil mungil yg enteng tapi dahsyattttt .... bener-bener legendary.

rgds,
Lucy

Monday, May 07, 2012

Photography : EOS Master Craftsman SEA Tour with Tyler Stableford



Hari Sabtu kemarin, saya menghadiri Seminar Fotografi yg diselenggarakan oleh Canon Datascript Indonesia.  Pembicaranya adalah fotografer profesional dari Amerika Serikat, Tyler Stableford.  Kalau pengen lihat foto-foto dan video film dokumenternya, boleh google deh.  Diadakannya di studio XXI Epicentrum Kuningan.  Bayar Rp 75.000,- karena member KFD, kalau bukan member harganya lebih mahal.  Inilah keuntungannya join KFD.

Karena sudah terencana rapih, registrasi tidak lama dan cukup tertib.  Peserta mendapat name tag, kupon makan siang (Hot Dog, French Fries, Popcorn, dan 2 botol Air Mineral), Agenda, dan Lens Cleaner Kit.  Setelah pintu dibuka, kita masuk dan disediakan kopi, teh, dan kue-kue kecil.  Pintu dibuka pukul 10:00 dan acara dimulai.  Sambil menunggu peserta yg terlambat karena macet, ada quiz yg berhadiah gantungan kunci.  Oya, pembawa acaranya wanita, dan dia membawakan acara dengan baik, komunikatif, dan lucu.



Seminar disampaikan dalam bahasa Inggris dan tidak ada translator.  Pembawa acara hanya memberikan recap dalam bahasa Indonesia di akhir tiap sesi.  Tyler Stableford adalah wartawan yg juga fotografer dan pembuat film dokumenter.  Sesi pertama adalah mengenai foto-foto adventure, sport, profesi, etc.  Tyler juga bercerita tentang behind the scene pengambilan foto-fotonya. 

Berikut ini 5 tips untuk menghasilkan foto yg mengesankan :
1. Shoot into the sun :  Embrace dynamic lighting and lens flare
2. Shoot with a shallow Depth of Field : Selective focus draws the reader closer
3. Get the flash of the camera : Avoid the snapshot look at all cost!
4. Move your subject off center : Create tension with the Rule of Third
5. Go wide, go long : Use Wide-Angle and  Telephoto Lenses for a new look.


Ada sesi tanya jawab.  Peserta mengirimkan pertanyaan melalui sms ke nomor HP yg telah disediakan.  Pertanyaan akan dibacakan dalam bahasa Inggris dan akan dijawab oleh Tyler Stableford.

Bagian berikutnya Tyler menunjukkan film-film berdurasi singkat yg diambil dengan kamera DLSR Canon. Ada film tentang pemain ski yg kedua kakinya cacat tapi berprestasi di Paralympic.  Lalu ada film yg judulnya Shatterd, tentang atlet pendaki gunung es.  Tips untuk pembuatan film video : Go Wide, Go Tight!

Tyler memakai beberapa produk andalan Canon, yaitu Canon EOS 1Dx, berbagai lensa diantaranya EF 14mm f/2.8 L II USM, EF 70-200mm f/2.8 L IS II USM, EF 100mm f/2.8 L IS USM Macro, Lensa Tilt & Shift, dan Canon Speedlite 600EX-RT.



Setelah makan siang, ada quiz yg lucu supaya tidak ngantuk.  Sesi kedua ini adalah saatnya kita menyaksikan kebolehan Tyler Stableford untuk memotret langsung "free style soccer".  Saya kirain motret pertandingan bola, ternyata ada 2 orang pemain bola yg lincah memainkan bola seperti sirkus.  Bolanya diputar2, dilempar ke kepala, ke leher, dll, seperti akrobat.  Kalau tidak salah namanya Beka dan Zaky.  Tyler membawa 2 asisten yg adalah fotografer juga -- 1 pria dan 1 wanita.




Untuk foto-foto atlet seperti ini, supaya mengkilat dan dramatis, perlu disemprot air, dipoles baby oil atau lotion. Juga menggunakan beberapa off flash, soft box, dll.

Setelah pemberian kenang-kenangan dari Canon Datascrip Indonesia yg diwakili oleh Ibu Merry, selesai sudah acara.  Masih diberikan kesempatan bagi yg mau minta tandatangan, walaupun kita masing-masing mendapat sertifikat yg ditandatangani oleh Tyler Stableford.


Kesimpulan saya, acara seperti ini boleh sering-sering nih .... seru dan bermanfaat.
Salam jepret!

rgds,
Lucy

Friday, May 04, 2012

Food : Samgyetang at Hangang Express

Hangang Express
Foodcourt Plaza Senayan, Jakarta
12 April 2012

Biasanya kalau ke Hangang Express pesannya selalu Bibimbap alias nasi aduk-aduk.  Kali ini saya lagi kepingin makan yg hangat dan berkuah, jadi pesan Samgyetang alias Ginseng Chicken Soup.

Kalau di Korea, Samgyetang itu benar-benar seekor ayam utuh yg diisi dengan beras yg sudah dibumbui dan diberi ginseng segar yg segede telunjuk.  Disediakan arak untuk campuran kuah dan ada taoge untuk sayurannya.  Karena digodok sehari semalam, yg penting adalah kaldunya.  Ayamnya tinggal ampas, tapi enak juga dimakan karena empuk dan tulangnya langsung copot.

Samgyetang versi Hangang di Jakarta, kayaknya agak beda.  Mungkin karena ini Express jadi disederhanakan dan disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.  Beginilah penampilannya.


Setengah ekor ayam (kayaknya ayam negeri, soale gede he he he), diisi dengan beras, ada sejenis kacang, angchou, dan ginseng.  Berasnya pulen kayak ketan, kacangnya gurih, angchounya manis, dan ginsengnya langu dan rada pahit.  Dikasih irisan telur dadar dan daun bawang.  Kuahnya banyak, bisa kembung kalo ngabisin tuh kuah.  Saran dikit nih ... kagak usah pesan minum deh, dijamin kagak haus, cuma gerah ... soale panas dan ngepul-ngepul di mangkok tanah liat begini.


Agak repot makan ayamnya, sebab sendok di foodcourt kan dari plastik yg meletat-meletot.  Pakai sumpit juga rada susah.  Paling praktis pakai tangan.  Jadi ingat dewa mabok di film silat kalau makan ayam rebus ya ... kayak gini nih.  Gak ada anggun-anggunnya ... dipegang pakai tangan dan langsung digigit ... kunyah-kunyah, sendok kuahnya, tiup-tiup, dihirup, gerah ... kipas-kipas bentar ... ambil tissue, keringetan.


Porsinya kenyang polllll ....  baru sebelah udah begini, apalagi seekor ayam ... gubrakkkk !

rgds,
Lucy

Thursday, May 03, 2012

Food : Ichiban Sushi revisit 1 Apr 2012

Ichiban Sushi
Mal Puri Indah, Jakarta Barat
1 April 2012


Revisit kali ini makan Beef Teriyaki Set, California Rolls, dan Gyoza.  Rasanya masih boleh tahan lah ... sesuai dengan harganya :)  Tapi kalau difoto, cukup menarik kan ?


Californai Rolls




rgds,
Lucy

Wednesday, May 02, 2012

Food : Waraku Gohan - 28 Mar 2012

Waraku Gohan
Mal Taman Anggrek, Jkt
28 Mar 2012


Beli promo voucher untuk 1 Main Course dan 1 Appetizer.
Pilihan menunya dibatasi, ada beberapa opsi, tapi tidak ada di menu regular.
Mungkin ini menu testing untuk dimasukkan ke menu regular.  Kalau banyak dipilih konsumen, baru dimasukkan ke daftar menu regular.  Mungkin lho ya ...

Pilihan main course ada Unagi, Chicken, dan Beef.  Pilihan Appetizer rasanya hanya 2 macam.  Saya pilih Unagi Don dan Enoki Grill.

Enoki Grill : isinya 4 potong.  Ini jamur enoki yg dibalut dengan daging asap dan daging sapi ditusuk dg tusuk sate, lalu dioles saus teriyaki or BBQ kemudian dibakar.  Enak beneran ... boleh coba deh.  Atau pengen bikin sendiri di rumah, kayaknya buatnya gak susah.



Unagi Don : disajikan dengan kuah rumput laut dan acar.  Unagi don adalah nasi dengan topping daging belut tanpa tulang, rumput laut dan wijen.  Saus unaginya manis-manis asin.  Porsinya lumayan besar.  Unaginya juga gede dan tebal.  Puas nih makannya.  Biasanya yg namanya unagi itu dikasihnya seiprit-iprit, mentang-mentang mahal, he he he ...  So untuk Unagi Don, kalau sudah masuk menu regular, recommended deh.



Resto ini tidak terlalu ramai, mungkin karena lokasi-nya bukan di area foodcourt yg biasa, tapi di foodcourt yg baru, sehingga orang belum familiar.  Seperti resto Jepang pada umumnya, dekorasi resto ini minimalis.  Pelayanannya lumayan bagus, saat saya makan di sini, mbak yg melayani saya sangat informatif dan ramah.


rgds,
Lucy

Tuesday, May 01, 2012

Show : Disney On Ice - Let's Celebrate !

Disney On Ice - Let's Celebrate
Istora Senayan, Jakarta
14 April 2012

Kembali jadi kanak-kanak ...
Menemani keponakan nonton Disney On Ice, jadi ingat masa kecil
1 anak kecil ditemani 3 orang dewasa.
Nonton di kelas Gold, Section N2, Gate A7/A8, yg jam 11:00 WIB
Tidak ada nomor kursi, jadi siapa cepat, dapat posisi bagus.
Kalau udah gini, adik saya paling gesit antri dan cari tempat duduk.

Setelah dapat tempat duduk yg paling depan dan paling strategis di section N2, tinggal urusan jajan makanan dan minuman.  Saya lihat sekeliling saya rame dengan anak kecil dan para ortu.  Tempat kita duduk posisinya di tengah, tapi agak jauh dari panggung, mustinya nonton dengan binocular dan motret pakai tele, bukan kamera saku seperti ini, he he he ...

Begitu acara mulai, anak-anak kecil itu mulai rame deh ... gak sangka ya, anak-anak kecil begitu, suaranya cempreng dan melengking kalau udah jerit-jerit kesenangan he he he ...  Terdengar komentar-komentar mereka dalam bhs. Inggris begitu character kesayangan mereka muncul ... "so cute ... so beautiful ... so romantic ..."



Karakter yg tampil adalah yg klasik seperti Mickey, Mini, Donald, Dessy, Goofy, Pluto, Pinokio, Gepeto, Tinker Bell, Fairy Godmother, Alice in Wonderland, Toy Story, Lilo and Stitch, etc

Karakter Princess yg muncul adalah Snow White, Beauty and the Beast, Cinderella, Mulan, Jasmine & Aladdin, Frog Prince (lupa nama Putrinya). Ah ... inget deh, Princess Theana. Dance-nya dan lagunya paling OK. Yg tidak muncul adalah Aurora, padahal justru Aurora yg jadi Princess favorite si Michelle, keponakan saya.






Ceritanya adalah berbagai perayaan / pesta yg dihadiri oleh Disney Character ini.  Oya mereka semua menari di atas lantai es.  Setelah 45 menit berlalu, ada istirahat selama 15 menit, kesempatan untuk makan or ke toilet.  Kemudian dilanjutkan lagi.




Overall pertunjukkan Disney On Ice ini cukup bagus dan menghibur.  Bagi anak-anak tentu ini sudah paling TOP dah ...


Tampaknya anak-anak senang sekali dengan tontonan ini.  Apalagi setelah bubar, bisa beli merchandise Disney di pelataran gedung.  Beli topi, beli gulali, beli binocular, boneka, gelas mug, dll.



Enak ya jadi anak kecil jaman sekarang.
Waktu saya kecil paling cuma nonton filmnya di TV, video, dan baca buku ceritanya.

rgds,
Lucy

Monday, April 30, 2012

Food : Nasi Campur Kacamata

Nasi Campur Kacamata
Pesanggrahan, Kebon Jeruk,  Jakarta Barat

Non Halal

Waktu saya lihat Nasi Campur Kacamata di Pesanggrahan baru dibuka, saya ajak teman saya untuk makan di sana.  Hari Minggu, pulang berhimpun, langsung ke sana.

Kalau ditanya soal Nasi Campur Kacamata ini, terus terang rekomendasinya fifty-fifty.  Sebagian teman-teman saya suka banget, tapi banyak juga yg tidak suka.  Saya sendiri pernah makan, tapi tidak makan Nasi Campurnya, melainkan makan Nasi Hainam plus ayam rebus.

Nah sekarang ke sini lagi.  Kita makan berlima, 4 pesan nasi campur, dan saya seperti biasa, Nasi Hainam plus ayam rebus.

Nasi Campur Special plus Nasi Hainam dihidangkan dengan kuah sayur asin.  Seingat saya, dulu kuah ini pakai darah.  Karena kita berlima bukan pemakan darah, jadi sudah kita wanti-wanti, supaya dikasih yg non darah.  Tapi ternyata memang outlet yg ini, semuanya bebas darah. Oya, perbedaan Nasi Campur dan Nasi Campur Special adalah pada ukurannya, yg special porsinya lebih besar.  Isi dan jenisnya sih sama.  Yg istimewa adalah babi panggang madu, yg rasanya manis.



Nasi Hainam plus Ayam Rebus, dihidangkan dengan kuah sayur asin juga.  Menurut saya Nasi Hainam maupun Ayam Rebusnya kering, kurang rasa, kurang wangi, dan hambar-hambar saja.  Kalau mau ada rasa kudu kasih cabai dan kecap asin.   Mustinya nasi hainam tuh ada rasa asin, gurih, wangi, pulen dan lembut.  Ayam rebusnya juga bener-bener ayam direbus tanpa bumbu, seperti makan ampas.  Wah ... saya kurang cocok nih.  Kalau di foto sih tampaknya OK, bukan?



Pilihan minuman lumayan nih, ada banyak pilihan.  Mulai dari liang teh, markisa, teh tarik, air jeruk, dll.

Bagaimana dengan harganya?  Hmmmm .... tidak murah, bisa dibilang mahal, apalagi di daftar menu tidak dicantumkan harganya, boleh kaget deh begitu lihat bon.

Setelah saya diskusikan dengan teman-teman di kantor saya, mereka pada membanding-bandingkan beraneka versi nasi campur.  Ternyata memang nasi campur gaya Medan seperti Kacamata ini tak bisa dibanding dengan nasi campur versi Putra dan Putri Kenanga, juga tidak bisa dibandingkan dengan nasi campur Kalimantan.  Enggak bakal ketemu, soalnya beda selera. Ibaratnya seperti Apple to Apple -- membandingkan Apel Washington vs Apel Sun Moon vs Apel Malang he he he atau ... Orange to Orange antara Jeruk Medan vs Jeruk Garut vs Jeruk Pontianak he he he ...

Beda lidah, beda selera, enjoy aja

rgds,
Lucy