Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Cagar Alam Pangandaran. Show all posts
Showing posts with label Cagar Alam Pangandaran. Show all posts

Tuesday, December 18, 2012

Travel : Kijang dan Rusa Pangandaran

Day 2 : Sabtu, 20 Oktober 2012

Ini foto-foto Kijang dan Rusa di perkampungan penduduk di sekitar Cagar Alam Pangandaran.


Bambi dan bambino ... cute kan ...  Ada yg lagi melongo ... sayang backgroundnya sampah-sampah. Ya ... namanya juga di kampung.



Nah .. ini rusa lagi berantem rebutan cewe ...  Waktu ambil foto ini saya cukup dekat dengan rusa-rusa ini sebab lensa saya kan wide angle, jadi kudu dekat.  Mpot-mpotan juga saya waktu itu sebab mereka berantem nyeruduk-nyeruduk tanpa lihat keadaan sekitar, nah kalo nyeruduk ke arah saya kan saya kudu siap-siap loncat.  Tanduk mereka beradu sampai bunyi jeduk-jeduk lho ...



Sedangkan rusa betinanya sih ... cuek aja gak tahu ada dimana ...
Gak manusia gak binatang kok senangnya berantem rebutan cewe ...

Setelah foto-foto rusa, saya kembali ke mobil dan beli minuman sebab haus luar biasa.  Sunset nih, dan saya siap2 gear, tapi kata temen saya yg sudah duluan menuju pantai, sunsetnya gak bagus dan Pantai Barat penuh dengan orang dan orang jualan, bakal bocor di sana-sini.  Rempong deh ... saya sudah pasang-pasang filter jadi mubazir deh ...

Kita langsung menuju ke Pasar Ikan untuk makan malam.  Di depan Pasar Ikan ada pantai.  Sambil menunggu masakan siap, saya, Jane dan Dina duduk di pinggir pantai.  Pantainya agak kotor, jadi tidak menarik untuk difoto dan juga flat banget pemandangannya.

Ada mobil yg unik parkir di pinggir jalan.  Ini lebih menarik untuk difoto he he he ...


Hidangan makan malam kita kali ini bener-bener enak dan komplit. Ayam goreng, tahu, tempe, seafood, sayur, dan rasanya enak.  Lebih enak daripada makan siang kita dan lebih bersih.  Karena sudah lapar berat, saya sama sekali lupa motret.  Langsung cuci tangan dan makan.  Pas tengah makan baru inget, lah ... sudah terlanjur berantakan tuh makanan .... sutra lahhhhhh ...

Setelah makan malam kita kembali ke hotel untuk mandi dan istirahat.  Kita masuk kamar masing-masing dan sepertinya tidak ada yg keluar lagi malam itu.  Padahal suasana di pinggir pantai Pangandaran di depan hotel kita pasti ramai.  Malam minggu, banyak orang jualan makanan dan jalan-jalan di sepanjang pantai.  Juga malam itu cerah, tidak hujan.

Saya sekamar dengan Dina dan Tante Ambar, jadi saya ngobrol-ngobrol sambil nonton acara Master Chef Indonesia sampai kecapean dan tidur.

Next Posting : Pantai Pangandaran

rgds,
Lucy

Sunday, December 16, 2012

Travel : Pantai Timur dan Gua Parat

Day 2 : Sabtu, 20 Oktober 2012

Di Gua Panggung kita berganti guide.  Guide kita dipanggil untuk tugas tertentu dan diganti dengan asistennya.  Tapi sayangnya mas asisten ini kurang semangat mempromosikan obyek wisata di sini.  Mestinya kita ke Gua Parat, tapi katanya guanya gak ada apa-apa, gelap, dan jalannya susah dan bahaya, sehingga kita memutuskan untuk skip ke Gua Parat.  Kita jadinya jalan saja menuju Pantai Timur.


Sebelum peristiwa Tsunami tahun 2006, Pantai Timur lebih bagus daripada Pantai Barat.  Tsunami itu memporak-porandakan Pantai Timur dan sesuai kebijakan cagar alam, tidak boleh direnovasi total.  Jadinya bekas-bekas tsunami masih bisa dilihat.  Dulunya kegiatan cagar alam sebagian besar ada di kawasan Pantai Timur.  Ada lapangan untuk camping/berkemah, ada rumah petugas cagar dan balai pertemuan yg cukup besar, tapi sekarang kurang dimanfaatkan karena sebagian besar aktivitas beralih ke Pantai Barat yg lebih aman.  Pantai Timur hanya untuk parkir kapal para nelayan yg menangkap ikan.



Photo Credit : Ratih Utami

Kita jalan sampai ujung Pantai Timur dan hanya melihat deretan kapal-kapal nelayan.  Sewaktu kita jalan menuju pulang karena tidak ada apa-apa lagi yg bisa kita lihat, eh ... kita ketemu dengan Mas Guide kita.  Dia tanya apakah sudah ke Gua Parat.  Kita bilang kita tidak ke situ. Dia bilang, "Wah ... sayang sekali sudah jauh-jauh ke sini kok tidak ke Gua Parat.  Ada banyak hal menarik di dalam gua. Tidak sulit kok jalan di dalam gua, kan ada senter.  Ayo ke sana!" Nah ... ini baru guide beneran.  Kita langsung menuju ke Gua Parat.


Di jalan masuk menuju Gua Parat ada foto-foto batu dan binatang yg bisa dilihat di dalam gua. Menarik juga ternyata.  Ini pintu masuk ke Gua Parat.


Gua ini benar-benar gua alam, bisa dibilang campur tangan manusia sangat kecil.  Tak ada lampu sama sekali di dalam gua sehingga masih cocok jadi habitat alami untuk penghuni gua.  Coba kalau sudah direnovasi oleh manusia, pastilah binatang-binatang penghuni gua sudah pada kabur. Gelap luar biasa jadi harus pakai senter dan kita saling menyenter jalan masuk dan saling memberi tahu kapan harus belok, kapan harus hati-hati dan bahkan saling pengangan dan gandengan.


Bentuk batu-batu di gua ini unik.  Ada batu yg seperti gong dan gendang.  Kalau dipukul suaranya seperti suara gong dan gendang dan bergema di gua.



Kita sampai ke gua tempat keluarga landak tinggal.  Mas guide mulai mengeluarkan plastik kresek dan digesek-gesek sambil panggil-panggil, "Doni .... Lince ...." Ternyata landak ini dikasih nama keluarga Doni dan Lince.  Dari dulu namanya ini, sampai sekarang tidak diganti.  Padahal ini pasti sudah keturunan ke berapa dari Doni dan Lince Senior yg mula-mula ditemukan di gua ini.  Mereka sudah beranak binak sampai banyak di gua ini, generasi ke generasi.  Landak ini dikasih makan oleh petugas.

Foto-foto Doni dan Lince dan keluarganya.




Selain landak, penghuni gua ini juga sekawanan kelelawar.  Kamera saya tidak bisa menangkap gambar kelelawar ini sebab terlalu tinggi di atas dan gelap luar biasa.  Pasukan batman ini sedang bergantungan di dalam gua sebab hari belum malam.  Nanti kalau hari sudah gelap, mereka akan keluar mencari makan.

Photo Credit : Jane Jessica

Selanjutnya kita melihat batu-batu yg bentuknya unik.  Tak ada lampu, jadi kalau mau foto, kita harus senterin rame-rame supaya suasana cukup terang.  Walaupun sudah pakai blitz, tetap saja shutter tidak bisa dipencet kalau terlalu gelap.

Ini batu fried chicken. Bentuknya seperti paha ayam.



Ini batu bentuknya seperti punggung unta. Harus pakai daya imajinasi dikit he he he ...


Batu ini seperti kristal yg berkelap-kelip saat gelap.  Supaya bisa difoto kan harus disenter, jadinya kelip-kelipnya tidak terlalu terlihat.  Kalau gelap gulita, batu ini benar2 berkelap-kelip seperti bintang di langit.  Unik bukan?


Ini batu bentuknya sepeti tupai.


Masih ada beberapa batu lain di dalam gua, seperti batu yg menetes, batu yg berbentuk kemaluan wanita dan pria, agak porno sih sebab mirip deh. Hadeuuuuhhhhh .... ada-ada aja nih.

Keluar dari gua, kita melihat aktivitas nelayan yg bekerja membawa ikan asin dan siap-siap melaut nanti malam.


Next Posting : Foto-foto rusa dan kijang

rgds,
Lucy

Thursday, December 06, 2012

Travel : Pantai Panggung dan Gua Panggung

Day 2 : Sabtu, 20 Oktober 2012

Keluar dari Hutan Cagar Alam, kita sampai di Pantai Panggung.  Ada apa di Pantai Panggung?  Ada pantai dengan kapal-kapal nelayan.  Dan .... ada banyak monyet.  Mula-mula saya potret pantai dengan kapal-kapalnya.


Habis itu saya potret monyet yg lagi ngutak-ngatik ranting pohon.


Setelah motret monyet ini, saya diuber sama dia.  Buset deh ... jantung eike mau copot rasanya.  Kata Dina, monyet itu kayak anjing.  Kalau kita takut dia malah uber, kalau kita berani, dia yg kabur.  Tapi masalahnya saya tuh takut ... makanya saya diuber.  Untungnya Mas Guide datang untuk menyelamatkan saya.  Dia bentak tuh monyet dan dia gebah-gebah ... langsung kabur deh tuh monyet. 

Habis ngejar saya, tuh monyet langsung nyamperin Rini yg lagi duduk di batang pohon tumbang.  Ternyata targetnya bukan Rini, tapi tasnya Rini yg seperti tas belanjaan.  Dikira si monyet isi makanan kali ya ... langsung direbut tas itu dan mau diobok-obok.  Hm... ada-ada aja monyet2 itu.

Selanjutnya kita foto-foto di pantai sambil ditontonin oleh gerombolan monyet ha ha ha ...

Photo Credit : Dina Middin

Di Pantai itu ada gua, namanya Gua Panggung atau Goa Panggung.  Kalau kita baca introductionnya di mulut gua, gua itu dulunya tempat favorit untuk semedi dan ada legendanya.  Seperti beberapa lokasi di gugusan Pantai Laut Selatan, legendanya ada hubungan dengan Nyi Roro Kidul, sebagai Ratu Pantai Selatan.  Terlepas dari legenda itu, pemandangan di dalam gua itu memang bagus dan unik.

Dari dalam gua bisa melihat pemandangan pantai.


 Photo Credit : Ratih Utami

Warna-warni dinding batu karang sangat menarik untuk difoto.



 Photo Credit : Jane Jessica


Dalam gua bisa main air, sebab ada ceruk dimana air pantai masuk ke situ.  Airnya bening dan dingin.  Saya langsung rendam-rendam kaki deh.

Photo Credit : Jane Jessica


Dinding gua juga unik, baik warna maupun teksturnya.





 I spotted this red leaf and shot it.  It's simply beautiful.


Perhentian berikutnya adalah Pantai Timur dan Gua Parat.

Next Posting : Pantai Timur dan Gua Parat

rgds,
Lucy

Monday, December 03, 2012

Travel : Hutan Cagar Alam Pangandaran

Day 2 : Sabtu, 20 Oktober 2012

Keluar dari Goa Jepang, kita berjalan menyusuri hutan cagar alam.  Menurut mas guide, kondisi hutan ini dibiarkan apa adanya, seminimalis mungkin campur tangan manusia.  Pohon yg tumbang karena tua atau lapuk, bahkan karena tsunami tahun 2006 juga dibiarkan tumbang, tidak disingkirkan atau dibuang/dibakar.  Ini foto-foto sepanjang jalan kenangan ... :)

Daun gugur ...



Memotret daun gugur ...

 Photo Credit : Jane Jessica

Diriku memotret pohon yg tinggi sekaleeee ...


Photo Credit : Jane Jessica

Ini lho pohon yg tinggi itu ...
Namanya Pohon Banir alias Akar Papan.  Pohonnya tinggi, akarnya besar dan lebar seperti papan.


Ada sisa-sisa reruntuhan situs Candi.  Hamya tinggal batu-batu di tanah seperti foto di bawah ini. Sekelilingnya diberi pagar.



Seperti biasa, saya dan Jane selalu ketinggalan rombongan sebab terlalu asyik foto-foto landscape maupun narsis.  Tapi rupanya selain kita ada 2 rombongan lain. Sepasang turis asing dan rombongan mas-mas ini, yg kasih tahu arah dimana rombongan kita berada.


Di hutan cagar alam ini banyak monyet berkeliaran ... Saya tidak berani foto terlalu dekat sebab takut ditomplok, padahal lensa saya ultra wide jadi kalau foto object harus dari dekat.  Nah ini jarak terdekat yg saya berani ... lebih dekat lagi ????  Tidak lah yauuuuuu ....


Ketemu jamur yg cute ... semua langsung foto-foto.  Tapi emang bagus nih jamur ... ada 3 jenis yg bentuknya unik, jadi demen deh motretnya ... padahal just jamur gitu lohhh ...





Pohon-pohon yg tumbang juga bagus untuk foto-foto.  Sayang saya tidak foto di situ :) 

Kalau kita mendongak ke atas, ada sekelompok monyet hitam yg bergelantungan.  Monyet itu namanya Lutung.  Ah ... seandainya saya bawa lensa tele, bisa motret mereka tuh ...
Penyesalan yg ke berapa nih .... salah bawa gear lagiiiiii ....

Untung ada Dina yg bawa lensa tele ... dapet deh siluet keluarga lutung.

Photo Credit : Dina Middin

Spot berikutnya adalah Pantai Panggung dan Goa Panggung.

Next posting : Gua Panggung

rgds,
Lucy