Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Sarang Burung. Show all posts
Showing posts with label Sarang Burung. Show all posts

Saturday, April 30, 2011

Fauna : Sarang Burung Perenjak (2)

Masih ingat posting saya beberapa minggu yg lalu tentang Sarang Burung Perenjak bukan ?
Nah ... sekitar 5 hari yg lalu, 2 butir telur yg ada di dalamnya menetas.  Jadi ada 2 ekor anak Burung Perenjak di dalamnya.  Tadi pagi saya berusaha memotretnya, tapi agak susah sih ... dan membuat kedua induknya stress karena saya membuka-buka daun yg menutupi sarangnya, tambahan lagi mama saya menerangi dengan senter supaya kelihatan sewaktu di foto, soalnya saya tidak punya ring flash.


Sekitar jam 6 pagi, anak-anak burung itu masih tidur.  Kedua induknya mencari makanan buat anak-anaknya.  Setelah dikasih makan, kenyang, mereka tidur lagi.

Masih tidur, yg terlihat hanya sayapnya ....


Sudah bangun, kelihatan kepalanya yg masih rada botak ...




Mulutnya terbuka ... lapar ...  minta makan.  Sementara induknya di atas pohon rambutan sudah membawa ulat / lalat di mulutnya.


Ingin tahu bagaimana rupa Burung Perenjak ?  Nah ini dia .... si induk burung perenjak.  Ada 2 ekor yg betina dan jantan.  Saya tidak tahu yg saya foto ini si papa or si mama. Soalnya ada 2 suara dan keduanya terbang seliwar-seliwer.  Fotografer amatir jadi bingung ...

"Makanan untuk anak-anakku ... "



Di atas pohon rambutan ... mengawasi sarangnya ...
(Pot pohon jambu bol jamaica tempat burung ini membuat sarang ada di bawah pohon rambutan)




Tiap pagi di halaman saya jadi ramai deh dengan cericit burung-burung ini ... apalagi kalau kita mondar-mandir di sekitar sarangnya ... langsung deh kedua induknya terbang ke atas pohon rambutan mengawasi sarangnya ...

Sepertinya masih bersambung, sampai anak-anaknya bisa terbang meninggalkan sarangnya.

rgds,
Lucy

P.S. added Sunday, April 8, 2011 

Kemarin, Sabtu, 7 April 2011, adalah hari terakhir keluarga Burung Perenjak bersarang di pohon jambu bol Jamaica itu.  Saya tidak sempat memotret karena hari hujan gerimis walaupun saya masih sempat melihat induknya di atas pohon rambutan membawa lalat di paruhnya.  Hingga sore hari, masih terdengar suara kedua induknya di atas pohon rambutan.  Saya pikir, masih bisa motret besok pagi. 

Ternyata tadi pagi sudah tidak ada lagi nyanyian Burung Prenjak di dekat jendela kamar saya, mereka sekeluarga sudah pindah, entah kemana ... tinggal sarangnya yg sudah kosong.  Berarti kedua ekor anak Burung Perenjak yg berumur kurang lebih 2 minggu, sudah bisa terbang ... :)
Sarang itu masih ada, mungkin musim kawin berikutnya, mereka masih mau bersarang di sini lagi.  Semoga ...

Saturday, April 16, 2011

Fauna : Sarang Burung Perenjak (1)

Akhir-akhir ini di halaman rumah saya terdengar suara cericit burung yang tidak seperti biasanya.  Kata orang, itu suara Burung Perenjak . Suaranya terdengar dekat sekali, mungkin bersarang di pohon rambutan.  Tapi ternyata bukan di situ, tapi justru di pohon Jambu Bol Jamaica yang masih kecil dan hanya ditanam di pot di sebelah pohon rambutan. Mengapa Burung Perenjak itu memilih pohon itu ya?  Setelah saya perhatikan, ternyata daun pohon Jambu Jamaica itu tebal, lebar, tidak cepat kuning dan tidak mudah rontok.  Mari kita lihat seperti apa cara burung kecil ini membuat sarangnya di daun-daun ini.


Dua lembar daun dijahit .... daun ketiga memayungi supaya tersembunyi dan tidak basah jika hujan.


Jahitannya rapih, dari batang rumput kering, ada simpulnya ... hebat kan burung kecil ini ...


Sarangnya dari rumput-rumput ...





Burung Perenjak ini segera terbang keluar begitu ada orang mendekat, termasuk saya sewaktu mengambil foto-foto ini tadi pagi.  Ada telurnya 2 butir, tapi tidak kelihatan di foto ini.  Saya tidak berani menyentuh daun-daun ini, takut telurnya jatuh.  Sebenarnya kasihan juga sama burung kecil ini, sering terusik saat lagi enak-enak mengerami telurnya.  Tapi bagaimana ya ... letak pohon itu di dekat jemuran baju, di dekat supir saya parkir motor, masalahnya halaman rumah saya sempit.  Heran juga mengapa si mama Perenjak memilih lokasi itu.  Kemarin ini, ada bapak-bapak yg lewat di depan rumah saya dan begitu mendengar suara burung itu, dia bilang ingin menangkapnya karena beberapa hari yg lalu dia baru menjual burung yg seperti ini seharga Rp 200.000,-  Waduh ... jangan sampai itu bapak tahu bahwa burung ini bersarang di halaman saya ...

rgds,
Lucy