Top Selfie Pinusan Kragilan
December 24, 2018
Sesudah sarapan di Soto Soleh, kita menuju ke Kragilan. Ini area di lereng Gunung Merbabu yang banyak pohon pinus yg katanya bagus pemandangannya dan cocok untuk yg suka selfie. Driver kita sepertinya tidak familiar dengan area ini, jadi kita nyasar ... yang kita mau namanya Top Selfie Pinusan Kragilan, tapi kita dibawa ke area lain. Masih hutan pinus juga tapi bukan itu yg kita mau. Sebetulnya kalau hari tidak hujan, saya mau saja turun untuk foto-foto, as long as pemandangan bagus, sama-sama pinus juga. Tapi hujannya deras, jadinya kita meninggalkan area.
Dalam pencarian lokasi Top Selfie, kita jadi mampir di Ketep Pass, museum Gunung Merapi. Karena hari masih hujan, kita cuma duduk-duduk dan nonton video Erupsi Merapi setelah itu melanjutkan pencarian Top Selfie Pinusan Kragilan. Akhirnya .... ketemu juga. Masih hujan, tapi berangsur-angsur hujannya jadi gerimis, jadi kita turun sambil bawa payung untuk jalan-jalan, lihat-lihat sekitar dulu.
Menurut senior lulusan UGM yg sudah sepuh, pohon-pohon pinus ini ditanam mahasiswa UGM jaman dulu, termasuk proyek penanaman hutan kembalinya mereka.
Sesuai dengan namanya, area ini memang difasilitasi untuk pecinta Selfie. Tukang foto yg nenteng kamera DSLR seliweran dimana-mana menawarkan jasa. Kita gak minta foto, sama dia difoto dulu barang sejepret dua jepret terus ditunjukin ke kita, kalo kita minat, negosiasi deh ... Aturannya sama seperti yg di pantai Watu Kodok. Kita difoto-foto sebanyak yg kita mau, lalu kita pilih yg mana yg mau kita ambil, bayar sesuai yg kita mau ambil. Kalau ambilnya banyak, harga bisa didiskon atau harga paket / harga khusus, bisa dinego. File dikirim ke HP kita pakai aplikasi Share It. Tips untuk pakai jasa tukang foto begini, mending lihat dulu hasil foto di kameranya, ada yg motretnya asal aja, atau warnanya dangdut saturasinya ... enggak natural.
Lokasi fotonya bisa di jalan, di hutan pinus, atau di properti yg disediakan di area foto-foto selfie.
Saya pakai jasa 2 fotografer di lokasi yg berbeda. Yg pertama di sekitar hutan pinus yg alami deh (banyak bocor karena banyak pengunjung yg tak bisa dihindari, apalagi tukang fotonya gak sabaran). Yg ini saya kurang puas karena hasil fotonya warnanya gak natural, setting kameranya enggak cocok buat saya, sudah berusaha diedit tapi memang "kurang pas" buat saya.
Yang kedua di area properti selfie. Jadi ada properti yg disediakan untuk foto-foto. Kita bayar untuk sewa lokasi fotonya, biasanya sekitar 3 macam properti disediakan. Kita pilih yg propertinya meja kursi, becak digantung dan telephone booth. Waktu milih fotografer, kita udah lihat hasil karya di kameranya, kayaknya lumayan.
Hasilnya begini nih ...
Selesai foto-foto kita berasa lapar tapi tidak ada restaurant yg berkenan, yg ada hanya warung-warung, jadi kita jajan tempe mendoan aja untuk dimakan di mobil sembari cari restaurant. Mendoannya ternyata berasa uenakkkk .... tau dah karena lapar atau emang beneran enak.
Makan siang kita di restaurant tradisional. Ayam goreng, sayur terong, tempe goreng, jamur goreng tepung, dll gitu. Enak dan murah.
Cafe Brick, Yogyakarta
Habis makan siang, kita istirahat di Cafe Brick. Cafe ini lokasinya cocok untuk yg suka selfie juga, makanan dan minumannya sih biasa aja rasanya.
Kita di sini sampai sore setelah itu kembali ke Hotel. Malam Natal dimana-mana macet. Malioboro dan sekitarnya sudah penuh, gak bisa lewat.
Last Day
December 25, 2018
Besok paginya kita sarapan Gudeg Yu Djum di hotel, order lewat GoFood. Beli oleh-oleh juga bakpia dan lainnya juga order online. Hidup jadi mudah krn ada aplikasi jajan ini.
Flight kita masih nanti siang, jadi kita ke Malioboro, naik shuttle car dari hotel. Lanjut dengan naik becak ke Mirota, jalan-jalan menyusuri toko-toko, dan kita kembali ke hotel naik Bentor alias Becak Montor ...
Naik taksi online ke Bandara. Lunch di bandara.
end of trip. Wisata domestik, top dah !
rgds,
Lucy
Welcome to v1olet Blog
All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.
Showing posts with label Yogyakarta Trip. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta Trip. Show all posts
Friday, April 10, 2020
Saturday, January 04, 2020
Yogyakarta Trip 2018 : Sawah
Bleberan Lor, Gunung Kidul, Yogyakarta
December 23, 2018
Saya suka memotret pemandangan di jalan yg saya lalui. Kalau bisa berhenti dan memotret, saya happy banget ... karena bisa dapat foto-foto yg enggak umum. Kalaupun tidak bisa berhenti, ya ... enjoy saja motret dari jendela mobil ...
Ini foto-foto sawah di Desa Bleberan Lor, Gunung Kidul, Yogykarta
Setelah itu kita melewati jembatan dan kita berhenti lagi untuk foto-foto di jembatan.
Masuk ke kota Yogyakarta sudah malam dan hujan. Kita makan di Rumah Makan Raminten, menunya Ayam Penyet dan minum Wedang Uwuh.
Kembali ke Hotel, istirahat.
Next Posting : Top Selfie Kragilan
rgds,
Lucy
December 23, 2018
Saya suka memotret pemandangan di jalan yg saya lalui. Kalau bisa berhenti dan memotret, saya happy banget ... karena bisa dapat foto-foto yg enggak umum. Kalaupun tidak bisa berhenti, ya ... enjoy saja motret dari jendela mobil ...
Ini foto-foto sawah di Desa Bleberan Lor, Gunung Kidul, Yogykarta
Setelah itu kita melewati jembatan dan kita berhenti lagi untuk foto-foto di jembatan.
Masuk ke kota Yogyakarta sudah malam dan hujan. Kita makan di Rumah Makan Raminten, menunya Ayam Penyet dan minum Wedang Uwuh.
Kembali ke Hotel, istirahat.
Next Posting : Top Selfie Kragilan
rgds,
Lucy
Yoyakarta Trip 2018 : Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul
Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran,
Gunung Kidul
December 23, 2018
Sepertinya Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul tidak terlalu favorit untuk wisatawan yang ke Yogyakarta, bahkan supir mobil sewaan kita saja belum pernah ke sini, dan baru tahu ada tempat wisata ini.
Sebetulnya saya ke sini juga karena ingin tahu, walaupun di dalam hati agak ragu dan serem karena tempat wisatanya sepi, berupa gunung batu dan gua-gua seperti jaman purbakala.
Karena tahu wisatawan domestik suka selfie, maka di sini juga banyak spot-spot selfie dengan tema purbakala he he he ...
Harap perhatikan waktu kunjungan kalau ke sini, jangan sampai kesorean, karena jalan ke sini kecil dan berliku-liku, sebaiknya saat masih terang.
Sudah menjelang sore, jadi saatnya pulang.
Next Posting : Sawah dan Pemandangan di Jalan
rgds,
Lucy
Gunung Kidul
December 23, 2018
Sepertinya Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul tidak terlalu favorit untuk wisatawan yang ke Yogyakarta, bahkan supir mobil sewaan kita saja belum pernah ke sini, dan baru tahu ada tempat wisata ini.
Sebetulnya saya ke sini juga karena ingin tahu, walaupun di dalam hati agak ragu dan serem karena tempat wisatanya sepi, berupa gunung batu dan gua-gua seperti jaman purbakala.
Karena tahu wisatawan domestik suka selfie, maka di sini juga banyak spot-spot selfie dengan tema purbakala he he he ...
Harap perhatikan waktu kunjungan kalau ke sini, jangan sampai kesorean, karena jalan ke sini kecil dan berliku-liku, sebaiknya saat masih terang.
Sudah menjelang sore, jadi saatnya pulang.
Next Posting : Sawah dan Pemandangan di Jalan
rgds,
Lucy
Yogyakarta Trip 2018 : Pantai Watu Kodok
Pantai Watu Kodok, Gunung Kidul, Yogyakarta
23 Desember 2018
Di Gunung Kidul ada 34 - 50 pantai yg bisa kita kunjungi untuk berwisata, tapi dari 50 itu ada yg belum bagus fasilitasnya. Yang sudah lumayan bagus sarananya (ada lapangan parkir, ada restoran, ada toilet dll) baru belasan saja, dan pantai-pantai itu sudah lumayan terkenal di wisatawan domestik.
Memasuki kawasan Pantai Gunung Kidul kita bayar retribusi untuk orang dan kendaraan. Kita diberi peta supaya kita tahu urut-urutannya dan lokasinya. Beberapa Pantai yg sudah terkenal seperti Pantai Indrayanti, Siung, Timang, Kukup, Baron, Drini, Krakal, Ngelambor, Wediombo, Jogan, Sadeng, Slili, Ngobaran, Sundak, Sepajanjang, dll
Beberapa tahun yg lalu saya ke Pantai Kukup. Kali ini saya ke Pantai Baron, ternyata ini pantai yg paling ramai karena selain untuk wisatawan, pantai ini juga jadi pelabuhan penangkapan ikan, jadi banyak kapal-kapal nelayan. Dari lapangan parkir saya naik ojek ke pinggir pantai, soalnya kaki saya sakit / bengkak, dan jarak dari tempat parkir ke pantai tuh jauh. Mobil enggak bisa masuk ke dekat pantai.
Pantai Baron
Ini Pantai Baron yg ramai pengunjung
Karena terlalu ramai, diputuskan untuk pindah ke pantai lain yg lebih tenang dan mobil bisa masuk sampai dekat pantai. Tujuan kita ke Pantai Watu Kodok.
Pantai Watu Kodok
Pantai ini masih sepi, tidak banyak orang sehingga bisa leluasa menikmati Pantai dan pasirnya, bisa foto-foto juga (enggak bocor dimana-mana).
Mobil bisa masuk sampai ke ujung. Kita turun dan jalan-jalan di pantai sambil foto-foto, mobilnya tunggu kita di ujung dekat pintu awal kita masuk, jadi enggak usah balik ke ujung sana lagi.
Kenapa namanya Watu Kodok ? Katanya batu-batu besar di pinggir pantai bentuknya seperti kodok. Tapi saya lihat batunya berbentuk batu biasa, engga kayak kodok. Mungkin daya imajinasi saya kurang oke.
Di sini juga ada mas-mas fotografer yg menawarkan jasa foto pakai kamera DLSR. Tarifnya Rp 3.000,-/foto. Kita difoto-foto sebanyak-banyaknya di lokasi yg kita mau, nanti dipilih yg kita mau, yg kita gak mau di-delete. Yg kita bayar yg kita mau saja. Dua foto di bawah ini difoto sama mas fotografer, tapi saya edit lagi sesuai selera saya.
Setelah foto-foto dan pilih-pilih foto (waktu memilih lebih lama daripada waktu kita "action" he he he), kita meninggalkan Pantai Watu Kodok untuk makan siang. Kita makan siang di salah satu restaurant di Pantai Indrayanti.
Restorannya besar, tapi suasananya sederhana, alias meja dan kursi kayu, tingkat kebersihannya agak kurang, tapi masakannya enak dan murah. Ini termasuk restoran yg terbesar di pantai ini loh ...
Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan ke Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul.
Next Posting : Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul.
rgds,
Lucy
23 Desember 2018
Di Gunung Kidul ada 34 - 50 pantai yg bisa kita kunjungi untuk berwisata, tapi dari 50 itu ada yg belum bagus fasilitasnya. Yang sudah lumayan bagus sarananya (ada lapangan parkir, ada restoran, ada toilet dll) baru belasan saja, dan pantai-pantai itu sudah lumayan terkenal di wisatawan domestik.
Memasuki kawasan Pantai Gunung Kidul kita bayar retribusi untuk orang dan kendaraan. Kita diberi peta supaya kita tahu urut-urutannya dan lokasinya. Beberapa Pantai yg sudah terkenal seperti Pantai Indrayanti, Siung, Timang, Kukup, Baron, Drini, Krakal, Ngelambor, Wediombo, Jogan, Sadeng, Slili, Ngobaran, Sundak, Sepajanjang, dll
Beberapa tahun yg lalu saya ke Pantai Kukup. Kali ini saya ke Pantai Baron, ternyata ini pantai yg paling ramai karena selain untuk wisatawan, pantai ini juga jadi pelabuhan penangkapan ikan, jadi banyak kapal-kapal nelayan. Dari lapangan parkir saya naik ojek ke pinggir pantai, soalnya kaki saya sakit / bengkak, dan jarak dari tempat parkir ke pantai tuh jauh. Mobil enggak bisa masuk ke dekat pantai.
Pantai Baron
Ini Pantai Baron yg ramai pengunjung
Karena terlalu ramai, diputuskan untuk pindah ke pantai lain yg lebih tenang dan mobil bisa masuk sampai dekat pantai. Tujuan kita ke Pantai Watu Kodok.
Pantai Watu Kodok
Pantai ini masih sepi, tidak banyak orang sehingga bisa leluasa menikmati Pantai dan pasirnya, bisa foto-foto juga (enggak bocor dimana-mana).
Mobil bisa masuk sampai ke ujung. Kita turun dan jalan-jalan di pantai sambil foto-foto, mobilnya tunggu kita di ujung dekat pintu awal kita masuk, jadi enggak usah balik ke ujung sana lagi.
Kenapa namanya Watu Kodok ? Katanya batu-batu besar di pinggir pantai bentuknya seperti kodok. Tapi saya lihat batunya berbentuk batu biasa, engga kayak kodok. Mungkin daya imajinasi saya kurang oke.
Di sini juga ada mas-mas fotografer yg menawarkan jasa foto pakai kamera DLSR. Tarifnya Rp 3.000,-/foto. Kita difoto-foto sebanyak-banyaknya di lokasi yg kita mau, nanti dipilih yg kita mau, yg kita gak mau di-delete. Yg kita bayar yg kita mau saja. Dua foto di bawah ini difoto sama mas fotografer, tapi saya edit lagi sesuai selera saya.
Setelah foto-foto dan pilih-pilih foto (waktu memilih lebih lama daripada waktu kita "action" he he he), kita meninggalkan Pantai Watu Kodok untuk makan siang. Kita makan siang di salah satu restaurant di Pantai Indrayanti.
Restorannya besar, tapi suasananya sederhana, alias meja dan kursi kayu, tingkat kebersihannya agak kurang, tapi masakannya enak dan murah. Ini termasuk restoran yg terbesar di pantai ini loh ...
Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan ke Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul.
Next Posting : Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul.
rgds,
Lucy
Sunday, December 22, 2019
Yogyakarta Trip 2018 : Jurang Tembelan
Jurang Tembelan, Imogiri, Yogyakarta
December 23, 2018
Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Jurang Tembelan ini masih di lingkungan Kebun Buah Mangunan, tidak jauh, paling berapa menit aja naik mobil. Bisa juga naik ojek dari Kebun Buah. Namanya serem ya ... Jurang ... kayak tempat horor gitu ... padahal sih ini tempat selfie. Di atas bukit, dibangun tempat-tempat selfie yg bentuknya perahu, menara, dll
Serem juga sih kalo nengok ke bawah ... perahunya seperti nempel di bukit, makanya disebut Jurang Tembelan (tambalan, tempelan).
Di sini gak usah repot foto-foto sendiri, ada tukang foto yg siap foto kita pakai kamera dslr, tau spot-spot bagus, bisa mengarahkan gaya lagi ... difoto-foto dulu sampai banyak, lalu pilih foto yg mana yg kita suka, dikirim ke HP kita pakai share it, bayar serelanya ... Praktis dan ok banget. Bisa gaya abiezzzz ....
Perjalanan kita lanjutkan ke Pantai Watu Kodok.
next posting : Pantai Watu Kodok
rgds,
Lucy
December 23, 2018
Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Jurang Tembelan ini masih di lingkungan Kebun Buah Mangunan, tidak jauh, paling berapa menit aja naik mobil. Bisa juga naik ojek dari Kebun Buah. Namanya serem ya ... Jurang ... kayak tempat horor gitu ... padahal sih ini tempat selfie. Di atas bukit, dibangun tempat-tempat selfie yg bentuknya perahu, menara, dll
Serem juga sih kalo nengok ke bawah ... perahunya seperti nempel di bukit, makanya disebut Jurang Tembelan (tambalan, tempelan).
Di sini gak usah repot foto-foto sendiri, ada tukang foto yg siap foto kita pakai kamera dslr, tau spot-spot bagus, bisa mengarahkan gaya lagi ... difoto-foto dulu sampai banyak, lalu pilih foto yg mana yg kita suka, dikirim ke HP kita pakai share it, bayar serelanya ... Praktis dan ok banget. Bisa gaya abiezzzz ....
Perjalanan kita lanjutkan ke Pantai Watu Kodok.
next posting : Pantai Watu Kodok
rgds,
Lucy
Saturday, December 21, 2019
Yogyakarta Trip 2018 : Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan
December 23, 2018
Jl. Imogiri - Dlingo, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Karena mau lihat sunrise jadi berangkat masih gelap-gelap. Dari lapangan parkir naik ojek motor sampai ke gardu pandang. Pemandangan eksotis, bukit-bukit hijau, kabut, awan ... Ada yg bilang ini negeri di awan-awan, negeri di atas awan ...
Setelah foto-foto pemandangan, kita sarapan di warung-warung di sekitar situ. Dingin-dingin begitu, enaknya makan mie instant pakai telur, tempe mendoan, dan teh manis hangat. Nikmatnya ... pemadam rasa lapar ...
Selain melihat sunrise, awan dan kabut, bisa ke kebun buah-buahan juga, seperti kebun jeruk, belimbing, dan lain-lain. Kita enggak ke kebun buah karena becek, tadi malam habis hujan dan kaki saya sakit dipakai untuk jalan-jalan jauh.
Oya lupa bilang ya ... tepat sehari sebelum berangkat, waktu saya lagi packing di malam hari, saya jatuh dari bangku waktu ngambil baju di lemari atas, akibatnya kaki saya keseleo, bengkak dan memar biru. Paginya bengkak gede banget, nyaris gak bisa jalan dan batal berlibur. Arak keseleo, salep keseleo dan segala minyak udah dioles, masih bengkak dan gak bisa pakai sepatu, cuma bisa pakai sendal jepit. Itu sebabnya saya jadi naik ojek menuju ke gardu pandang, kalau kaki lagi sehat sih .. hiking lah ...
Kita turunnya naik ojek motor lagi sampai ke parkiran. Tujuan selanjutnya adalah Jurang Tembelan.
Next Posting : Jurang Tembelan
rgds,
Lucy
December 23, 2018
Jl. Imogiri - Dlingo, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Karena mau lihat sunrise jadi berangkat masih gelap-gelap. Dari lapangan parkir naik ojek motor sampai ke gardu pandang. Pemandangan eksotis, bukit-bukit hijau, kabut, awan ... Ada yg bilang ini negeri di awan-awan, negeri di atas awan ...
Setelah foto-foto pemandangan, kita sarapan di warung-warung di sekitar situ. Dingin-dingin begitu, enaknya makan mie instant pakai telur, tempe mendoan, dan teh manis hangat. Nikmatnya ... pemadam rasa lapar ...
Selain melihat sunrise, awan dan kabut, bisa ke kebun buah-buahan juga, seperti kebun jeruk, belimbing, dan lain-lain. Kita enggak ke kebun buah karena becek, tadi malam habis hujan dan kaki saya sakit dipakai untuk jalan-jalan jauh.
Oya lupa bilang ya ... tepat sehari sebelum berangkat, waktu saya lagi packing di malam hari, saya jatuh dari bangku waktu ngambil baju di lemari atas, akibatnya kaki saya keseleo, bengkak dan memar biru. Paginya bengkak gede banget, nyaris gak bisa jalan dan batal berlibur. Arak keseleo, salep keseleo dan segala minyak udah dioles, masih bengkak dan gak bisa pakai sepatu, cuma bisa pakai sendal jepit. Itu sebabnya saya jadi naik ojek menuju ke gardu pandang, kalau kaki lagi sehat sih .. hiking lah ...
Kita turunnya naik ojek motor lagi sampai ke parkiran. Tujuan selanjutnya adalah Jurang Tembelan.
Next Posting : Jurang Tembelan
rgds,
Lucy
Yogyakarta Trip 2018 : Taman Pelangi Monjali
Taman Pelangi, Monjali
December 22, 2018
Monjali itu singkatan dari Monumen Jogja Kembali. Di kawasan Monjali ini ada Taman Pelangi. Taman Pelangi ini seperti taman lampion warna-warni, jadi baru bagus kalau hari sudah gelap. Warnanya seperti pelangi, makanya disebut Taman Pelangi. Ada beberapa kawasan, makin malam makin ramai. Cocok untuk yg suka selfie-selfie. Memang tempat wisata di sini kayaknya sangat menunjang hobby selfie.
Saya beli topi untuk ke pantai besok.
Taman Pelangi Yogyakarta
Museum Monumen Ygya Kembali
Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284
next posting : Puncak Kebun Buah Mangunan
rgds,
Lucy
December 22, 2018
Monjali itu singkatan dari Monumen Jogja Kembali. Di kawasan Monjali ini ada Taman Pelangi. Taman Pelangi ini seperti taman lampion warna-warni, jadi baru bagus kalau hari sudah gelap. Warnanya seperti pelangi, makanya disebut Taman Pelangi. Ada beberapa kawasan, makin malam makin ramai. Cocok untuk yg suka selfie-selfie. Memang tempat wisata di sini kayaknya sangat menunjang hobby selfie.
Saya beli topi untuk ke pantai besok.
Taman Pelangi Yogyakarta
Museum Monumen Ygya Kembali
Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284
next posting : Puncak Kebun Buah Mangunan
rgds,
Lucy
Subscribe to:
Posts (Atom)






















































