Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Pangandaran. Show all posts
Showing posts with label Pangandaran. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

Travel : Pangandaran - Jakarta

Day 3 : Minggu, 21 Oktober 2012



Perjalanan kita menuju restaurant untuk makan siang betul-betul panjaaaaaangggg dan lamaaaaaaaa.  Aktivitas kita adalah ngobrol, tidur, dan makan camilan. Begitu lama, sampai kita kelaparan dan memakan roti, biskuit, kue, coklat, permen, dan segala ransum yg kita bawa dari Jakarta.  Yg paling banyak bawa camilan adalah Jane kali ya ... Si Dina iseng banget foto tas bekalnya Jane. Tapi untung juga si Jane bawa banyak snack, kita jadi enggak sakit maag.


Photo Credit : Dina Middin

Sekitar jam 2 siang kita akhirnya sampai di restaurant Empal Gentong.  Menu kita sama semua, yaitu Nasi Timbel Komplit.  Asyiikkkkk saya suka nih.  Isinya Nasi Timbel, Lalapan, Empal, Tahu, Tempe, Ikan Asin Jambal, dan Sambal.  Enak ... mana lagi lapar berat, cocok dehhh ... Rambut dijepit, and dikuncir, siap makan.  Saking laparnya, saya sampai lupa motret, langsung kalap lihat makanan ... he he he ...  tangan sudah keburu belepotan sambel.  Jane aja deh yg motret ...

Photo Credit : Jane Jessica

Photo Credit : Jane Jessica

Selesai makan kita masih ngobrol-ngobrol sebab Pak Supir juga masih mau istirahat.  Kita lihat ada spot menarik buat foto-foto nih ... ada Vespa dan rupa-rupa gentong.  Cocok nih buat kita yg suka difoto gaya ...


Photo Credit : Jane Jessica

Sebelum bubar, masih sempat foto bareng di belakang meja yg sudah porak-poranda makanannya he he he ...


Masih foto2 di parkiran Empal Gentong ... di pintu mobil Cemara Adventure.

 Photo Credit : Jane Jessica

Dari Empal Gentong kita menuju Pusat Oleh-oleh di Tasikmalaya.  Di situ beli aneka manisan buah yg basah maupun kering, aneka camilan kerupuk keripik, dodol/jenang, dll.

Masih pula stop di jembatan untuk foto-foto.



Photo Credit : Jane Jessica

 Photo Credit : Jane Jessica

Jembatan kereta api ... keren juga nih ..  Keretanya bagus.  Jurusan mana nih ?


Rumah tempat buat batu bata ...


Sekitar jam 7 malam kita sampai di rest area.  Kita istirahat sejenak, ada yg makan es krim, makan burger, pop mie dll.  Saya, Dina dan Tante Ambar ke Dunkin Donut makan Croissant Tuna Salad dan minum Hot Chocolate.  Enaknya ....

Sampai di pinggir Jalan Tol Kebun Jeruk, Inti College tempat saya dijemput, lewat jam 9 malam.  Kita berpisah di situ.  Tiba di rumah sekitar jam 10 malam.  Besok hari Senin, masuk kerja, hiks hiks hiks ... liburan berakhir sudah ...

Saya mau mengucapkan terimakasih untuk 9 Saudari-saudari rekan jalan-jalan saya yg top markotop dan sip markusip.  Terutama untuk Jeny, kepala suku, ketua rombongan yg sudah mengatur trip ini dengan rapih.  Untuk para penyumbang foto-foto yg bagus-bagus, Dina Middin, Jane Jessica, Jeny, dan Ratih Utami. Thanks boleh edit, boleh posting di blog ini.  Juga untuk Saudari-saudari yg sudah motretin saya ... sehingga saya punya foto narsis ha ha ha ...  Last but not least untuk Cemara Adventure, Tour Leader, Pak Supir, dan Tour Guide.  Tengkiu semuanyaaaaaaa ....

End of Pangandaran Trip :)

rgds,
Lucy

Tuesday, December 25, 2012

Travel : Cukang Taneuh - Green Canyon

Day 3 : Minggu, 21 Oktober 2012




Akhirnya sampai juga di Green Canyon.  Daerah ini dulunya dikenal dengan nama Cukang Taneuh.  Belakangan top dengan nama Green Canyon.  Tapi kalau musim hujan dan musim banjir seperti waktu kita datang, warna air sungainya bukan Green, tapi Golden, so ... Golden Canyon lahhh ....

The Entrance ... harga karcis per orang Rp 12.500,- kalo gak salah ... pokoknya ramah di kantong deh, belum termasuk biaya naik perahu.



Untuk menikmati keindahan Green Canyon memang harus naik perahu menyusuri sungai sampai ke gua dan air terjun Green Canyon.


Photo Credit : Jeny 


Jangan kuatir gak dapat perahu, karena perahunya banyak, berjejer di pinggir tangga. Satu perahu bisa mengangkut 5-6 orang.  Kalau kebanyakan jadi sempit dan tak leluasa motret-motret.  Kita 10 orang, jadi pakai 2 perahu.  Saya satu perahu dengan Jane, Dina, dan Tante Ambar.  Perahu yg satunya jadi 6 orang.


Photo Credit : Jane Jessica

Pemandangan di kanan dan kiri sungai adalah pohon-pohon.  Kalau orang Jakarta, rasanya seperti berperahu di Sungai Ciliwung.  Waktu saya masih kecil, saya suka main di pinggir Kali Ciliwung yg banyak pohon-pohon bambu, kecapi, nangka, melinjo, kapuk, nangka, sukun, timbul, kelapa, dll.  Menyeberangi Sungai Ciliwung naik getek.  Jadi ingat masa kecil ha ha ha ...


Boleh juga foto-foto narsis di atas perahu, asal gayanya tidak terlalu heboh, aman and fun lohhhh ...



Hingga kita sampai di batu-batu besar dan gua batu menuju air terjun Green Canyon.  Pemandangan sudah mulai unik dan bagus nih.  Perahu-perahu berhenti di sini memberi kesempatan kita untuk foto-foto.  Kemarin, tempat ini tak bisa dilalui perahu saking deras arusnya dan banjir meluap menutupi batu-batu yg tinggi ini.  Sebagian besar perahu stop sampai di sini, tak berani masuk lebih jauh.  Tapi pengemudi perahu kita dan asistennya memang berani.  Mereka malah menawarkan kita, apakah berani masuk lebih dalam, sampai batas perahu ini bisa masuk.  Kita sih mau saja ... penasaran kan sudah jauh-jauh ke sini.
 

Kita mulai masuk ke dalam gua batu-batu dan air menetes-netes membasahi kita.  Arusnya deras, seperti terlihat di foto-foto di bawah ini.  Kita mulai basah.  Kemarin, air banjir menutupi area ini sampai batu-batu dan pohon-pohon di atas kita.




Perahu kita tidak bisa maju lebih dalam lagi.  Jika cuaca bagus dan arus tidak sederas ini, perahu bisa masuk sampai dekat air terjun dan bisa berenang di air terjun.  Saat ini kita hanya bisa melihat air terjun dari jauh kira-kira 20 meter.  Kalau jagoan, bisa berenang melawan arus sampai ke air terjun, tapi jangankan kita, tukang perahunya saja tidak berani berenang ke sana he he he ...


Photo Credit : Jane Jessica

Perahu kita parkir di bawah gua batu ini dan lihat air menetes-netes dari sela-sela batu seperti hujan rintik-rintik.






Setelah puas foto-foto, kita berperahu kembali ke pangkalan perahu.  Jalurnya sama seperti waktu kita pergi.  Masih boleh foto-foto kalau belum puas ... saling memotret saat perahu kita berpapasan juga asik.

Photo Credit : Jane Jessica

Foto-foto di Green Canyon ini lumayan banyak.  For more pictures click Lucy's Flickr

Dari Green Canyon ini mestinya kita Citumang, tapi waktu tidak memungkinkan, mengingat perjalanan kita pulang ke Jakarta sekitar 10 jam.  Jadi kita langsung menuju arah pulang, makan siang kita di Empal Gentong, dan nanti masih mau mampir di Tasikmalaya untuk beli oleh-oleh.

Next Posting : Back to Jakarta

rgds,
Lucy

Thursday, December 20, 2012

Travel : Pantai Pangandaran

Day 3 : Minggu, 21 Oktober 2012

Photo Credit : Ratih Utami

Rencananya bangun tidur mau lihat sunrise, tapi punya feeling kalau pantai Pangandaran ini flat dan pasti banyak orang secara di sini banyak benar hotel dan orang jualan.  Jadi saya kepikiran mau main air dan berendam kaki aja, main ombak.

Saya pergi sendiri, pakai sendal jepit (emang bawanya cuma sendal jepit doang he he he ...).  Masih pakai kaos dan celana yg dipakai tidur tadi malam.  Celana panjang digulung selutut.  Tidak bawa kamera, tidak bawa HP, tidak bawa dompet ... kan cuma nyebrang hotel aja udah pantainya ....  Inilah yg saya sesali nantinya.

Tiba di pantai, bener aja ... pantainya flat, warnanya hanya abu-abu, mendung, dan pantai surut, dengan ombak-ombak kecil, tapi angin cukup banyak dan dingin.  Suasana ramai luar biasa.  Ada yg berenang, main ombak, atau sekedar jalan-jalan.  Saya main-main ombak sendiri.  Ada sekelompok nelayan sekitar 8 orang yg sedang menarik jaring.  Sepertinya sejak subuh mereka sudah ke laut untuk menebar jaring, setelah itu mereka naik perahu lagi kembali ke pantai dan menarik jaring itu.  Saya melihat sebentar dan karena bosan, saya memutuskan untuk kembali ke hotel.

Waktu saya mau menyeberang eh .... saya melihat Ratih lagi mau menyeberang ke pantai.  Wah ... asik nih dapat temen main ombak ... kenapa gak kepikiran ngajak Ratih ya ... sebab yg lain masih pada sleeping beauty.  Dan kabar gembiranya ... Ratih bawa kamera.  Hore .... senangnya ...

Saya dan Ratih main ombak ... memang berdua lebih baik daripada seorang diri ... yg jelas enggak cengok he he he ...  Enak nih rendam kaki di ombak yg sejuk ...

Ini foto-foto di Pantai Pangandaran.  Semua foto di Pantai Pangandaran ini pakai kamera Ratih dan difoto oleh Ratih.  Keren-keren lho fotonya ... siapa dulu dong fotografernya ...

Inilah sekelompok nelayan yg menarik jaring.  Bukan pekerjaan yg mudah, karena menarik jaring ini saja satu jam lebih lho ... kita sengaja menunggu sampai jaring berhasil ditarik ke pantai semua.  Ingin lihat perolehan para nelayan ini.

Photo Credit : Ratih Utami

Photo Credit : Ratih Utami

Akhirnya jaring berhasil tiba di pantai dengan selamat.  Coba kita lihat apa saja isinya.  Bukan hanya saya dan Ratih yg penasaran.  Orang-orang di sekitar pantai langsung menghampiri kelompok nelayan ini dan jalanya.

Photo Credit : Ratih Utami

Seorang nelayan mengeluarkan isi jaring/jala mereka.  Ternyata isinya di luar harapan.  Hanya sedikit dan isinya hanya ikan-ikan kecil yg cocok dibuat ikan asin, sedikit cumi-cumi, dan selebihnya sampah dan ubur-ubur.  Ya ... kalau menurut para ibu-ibu yg paham harga ikan dan cumi, paling laku senilai kurang dari seratus ribu Rupiah.  Wah kasihan betul para nelayan ini, biaya melaut misalnya solar untuk mesin tempel, dan kerja keras mereka tidak setimpal dengan hasilnya.  Apalagi mereka ada 8 orang sehingga hasilnya mesti dibagi berdelapan kan ... Pantesan para nelayan ini hidupnya di bawah garis kemiskinan.  Mudah-mudahan hanya hari ini mereka dapat hasil sedikit karena faktor cuaca, ombak, dan angin kencang. Esok lebih beruntung.

Ini foto perolehan mereka pagi ini ... ikan-ikan kecil yg biasa dikeringkan jadi ikan asin dan cumi-cumi kecil yg juga biasa dibuat cumi asin.

Photo Credit : Ratih Utami

Ini ubur-ubur.  Sepertinya kalau ditimbang, ubur-ubur ini lebih banyak ketimbang ikan dan cumi. Ubur-ubur ini dibuang, dibiarkan dan ditinggalkan begitu saja di pantai.

Photo Credit : Ratih Utami

Ini foto saya dan pengunjung pantai lainnya, yg ngerubutin nelayan yg sedang memilah-milah ikan.

Photo Credit : Ratih Utami

Para nelayan yg kecewa, berbenah untuk pulang ...

Photo Credit : Ratih Utami

Pantai Pangandaran yang ramai pengunjung ...

Photo Credit : Ratih Utami

Ini foto Ratih di atas kapal Kharisma dari Ratih.  Bisa pas gitu sihhh nama kapalnya ...

Photo Credit : Ratih Utami

Setelah puas foto-foto di pantai, kita kembali ke hotel.  Eh ... di depan hotel ada yg jualan bubur ayam.  Enak juga nih pagi-pagi sarapan bubur ayam.  Ratih bawa dompet, jadi saya ditraktir makan bubur ayam. Tengkiu ya Ratih ....

Saat makan bubur, hujan gerimis padahal pagi ini cerah, matahari bersinar ... untungnya cuma sebentar.  Masih sempat foto-foto sama tukang bubur.  Narsis sejati he he he ...

Photo Credit : Ratih Utami

Photo Credit : Ratih Utami

Photo Credit : Ratih Utami

Selesai makan bubur, perut kenyang, kita masuk ke halaman hotel dan cuci kaki di keran yg disediakan di halaman hotel.  Saat kita cuci kaki, kita dihampiri oleh ibu-ibu pedagang ikan asin yg naik sepeda.  Jadi kita belanja ikan asin untuk oleh-oleh.  Ada jambal roti, ikan asin bulu, pisang-pisang, dll.  Di depan kamar hotel, ternyata sudah berjajar ibu-ibu yg jual ikan asin dengan bakul.

Waktu kembali ke kamar, Dina dan Tante Ambar sudah selesai mandi, jadi giliran saya untuk mandi dan packing untuk pulang.  Setelah itu kita semua sarapan bersama dan siap-siap check out.

Ini Hotel Uni Beach dan swimming pool 

Photo Credit : Ratih Utami

Sebelum berangkat, foto-foto dulu di depan hotel Uni Beach dengan membawa spanduk Cemara Adventure.

Photo Credit : Dina Middin

Pak Ali, guide kita mendapat kabar bahwa jalan menuju Green Canyon sudah surut dan bisa dilalui.  Sedangkan Green Canyon sendiri juga sudah bisa dikunjungi hanya saja arus sungai masih deras dan tidak bisa sampai ke air terjun seperti biasanya.  OK lah ... kita ke sana dan explore sebisanya.

Tapi di perjalanan ada kejadian nih ... bagasi di bagian belakang rupanya tidak tertutup rapat, mungkin karena terlalu banyak isinya he he he ...  Bagasi itu terbuka saat mobil melaju kencang, akibatnya tas-tas dan oleh-oleh kita pada berjatuhan di jalan raya.  Untung jalan raya sepi dan jarang mobil lewat, jadi mobil kita berhenti dan kita berlarian memunguti barang-barang kita yg berantakan di jalan.  Ada-ada aja nih ... :)  Untung barang-barang berhasil dikumpulkan semua, tak ada yg rusak dan hilang.

Jane Jessica sempat memotret kita dengan tas dan barang-barang yg berjatuhan di jalan ...


Photo Credit : Jane Jessica

Perjalanan dilanjutkan ke Green Canyon.

Next posting : Green Canyon

rgds,
Lucy