Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Sunday, February 27, 2022

East Europe Trip : Hallstatt - Flora & Fauna

 Hallstatt, Austria - Oct 6, 2019

Ini foto-foto flora dan fauna di Hallstatt.
Saya paling gak tahan kalau lihat tanaman bunga, dan binatang ... gatel pengen difoto.
Abis itu kalo udh difoto, sayang dibuang kan... jadi pengen posting dong














Next posting : Garmisch Partenkirchen

to be continued

rgds.
Lucy

Sunday, September 22, 2013

Travel : Ujung Genteng Trip - Melepas Tukik di Pantai Pangumbahan

Ujung Genteng Trip : Pantai Pangumbahan - Melepas Tukik
7 September 2013


Naik Ojek dari Pantai Cipanarikan ke Pantai Pangumbahan sekitar 10 menit Offroad.  Pantai Pangumbahan itu adalah lokasi konservasi penyu.  Saat itu menjelang sunset, tukik atau anak penyu sudah ditaruh di beberapa ember dan siap dilepas.  Gerbang sudah ditutup dan kita disuruh buru-buru menuju kumpulan penonton di tepi pantai.  Pemandangan pantai sangat indah, hari sudah orange keemasan.


Tukik di ember, siap dilepas ke pantai


Petugas mulai membawa ember-ember berisi tukik yg katanya berjumlah 700 ekor yg menetas tadi malam, dan menumpahkan isi ember di pasir yg jaraknya lumayan jauh dari air pantai.  Mengapa dilepas di pasir, bukan langsung di air pantai ?  Itu supaya anak tukik bisa merekam jejak-jejaknya di Pantai Pangumbahan itu.  Believe it or not, 28 tahun kemudian mereka akan kembali ke Pantai Pangumbahan ini untuk bertelur.  Hebat bukan ... anak tukik yg menetas dari telur tadi malam, jadi umurnya belum genap 1 hari, bisa mengingat jalan untuk pulang ke pantai kelahirannya kalau nanti sudah dewasa.  Mengetahui fakta ini, membuat saya berpikir tentang keagungan Allah yg menciptakan alam semesta dan isinya yg begitu unik.



Tersapu ombak ... Berjuang untuk keluar dari lubang jejak kaki kita ...


Usaha dan perjuangan tukik ini dimulai sekarang .... dari pasir ke air saja sudah susah.  Terseok-seok, disapu ombak, terbawa ke pasir lagi, bahkan ada yg sampai terbalik ....  Ini baru di pantai, apalagi setelah mereka berhasil berenang di laut, kehidupan mereka terancam banyak bahaya.  Bahaya gelombang laut, dan yg terutama dari serangan predator.  Menurut data, dari 700 ekor yg dilepas hari ini, persentase mereka kembali ke Pantai Pangumbahan adalah sekitar 5% saja bahkan kurang dari itu.  Mereka mengarungi laut dan samudera bahkan ada yg sampai ditemukan di Pantai Amerika.  Tapi pada waktunya mereka akan kembali ke sini.

Tukik terbalik ... gak boleh ditolongin, harus bisa tengkurap sendiri :)



Oya ada kejadian menyebalkan saat saya motret pelepasan anak tukik. Saat lagi motret, tangan saya kena selomot rokok seorang cowo gendut yg motret pakai kamera HP sambil merokok.  Saat ada ombak, dia takut basah, jadi loncat-loncat dan rokoknya kena tangan saya.  Setelah saya menjerit dan ngomel2, baru dia minta maaf.  Rese tuh orang, kalo mau motret ya motret, kalo mau merokok, jangan motret, minggir sono ... baru kena ombak aja udah loncat-loncat.  Kalo takut basah, jangan ke pantai, ke gunung aja ....

Sunset di Pantai Pangumbahan ini sebetulnya cukup bagus untuk foto-foto, tapi kita sudah diusir oleh petugas karena ombak cukup besar.  Yg lebih penting lagi, karena begitu gelap, penyu dewasa yg akan bertelur akan segera datang.  Jika suasana pantai ramai, banyak orang, dan ada cahaya, mereka tidak jadi datang.  Mereka akan berenang lagi ke laut hingga suasana pantai kondusif.


Nanti malam saya dan teman-teman akan kembali ke sini lagi untuk melihat telur penyu menetas dan melihat penyu bertelur.

Dari Pantai Pangumbahan ke penginapan sekitar 20 menit naik ojek yg tadi.  Kita melewati pantai yg banyak orang surfing.  Maksud hati ingin minta berhenti di situ untuk motret blue hour, tapi tidak kesampean.  Padahal pantainya cantik. 

Pantai Ujung Genteng di depan penginapan sebetulnya bagus untuk foto sunset, dan foregroundnya bagus juga ... ada batu-batu karang dan lumut.  Dan sunset memang terlihat di situ (Pantai Barat).  Tapi begitu saya tiba di sana, hari sudah gelap.  Golden sunset sudah lewat, blue hour juga sudah lewat ... 

Saya sekamar dengan Liendha.  Lokasi kamar kita di paling depan.  Ada connecting door ke aula tempat kita makan malam.  Setelah mandi, kita ke aula untuk BBQ.  Denny dan Ibu Lina yg mempersiapkan BBQ alias bakar-bakaran.  Juga ada bakso kuah.  Makan malam kita lumayan OK dan berlimpah, boleh nambah sampai puas.

Denny mendata siapa yg mau melihat penyu bertelur.  Ini acara optional, dengan membayar ongkos ojek Rp 35.000/pax dan sumbangan ongkos masuk ke konservasi penyu.  Dari group saya, semua ikut kecuali mama saya yg perutnya sakit.  Kita menunggu di kamar masing-masing.  Kalau penyu sudah datang dan mulai buat sarang di pasir, kita akan dijemput tukang ojek.  Sekitar jam 8 malam, kamar kita digedor oleh Denny dan tukang ojek sudah berjajar manis di halaman.  Kita nyemplak di motor dan offroad ke Pantai Pangumbahan.

next posting :
Pantai Pangumbahan - Penyu Bertelur

rgds,
Lucy

Wednesday, March 14, 2012

Fauna : Kupu-kupu - 4 Feb 2012

Paling enak memotret kupu-kupu sekitar jam 9 pagi.  Ada beberapa kupu-kupu di depan rumah saya. Saya nyelip diantara bunga-bunga kuning ini.  Kupu-kupunya terbang-terbang di sekitar pinggang saya. Kadang di sebelah kanan, kadang di sebelah kiri.  Setelah dia terbiasa dengan kehadiran saya, tinggal saya arahkan kamera pocket ke kanan atau ke kiri.  Jinak juga nih kupu-kupu. Mungkin karena saya pakai parfum dengan aroma bunga, jadi saya dikiranya bunga juga he he he ...


Kupu-kupu ini unik corak sayapnya.  Saat tertutup, motifnya sih menarik dengan 2 bulatan seperti mata, sungguh sayang warnanya coklat kusam, kurang kinclong.  Tapi saat sayapnya mulai terbuka, sedikit demi sedikit, maka ....


Voila ... ternyata corak dan warna kupu-kupu ini cantik lho ....



Keasyikan saya memotret kupu-kupu ini terganggu dengan datangnya truck sampah yg berisik dan bau pula.  Tuh lihat di background foto kupu-kupu di bawah ini.  Kupu-kupunya terbang, dan saya kabur pula ...



Saya pernah baca satu artikel fotografi makro tentang cara memotret kupu-kupu.  Cara itu menurut saya kurang berperikebinatangan.  Mula-mula kupu-kupunya ditangkap lalu dimasukkan ke dalam toples. Dimasukkan ke dalam kulkas selama beberapa menit sampai dia lemas tapi  tidak sampai mati.  Lalu kupu-kupu itu dikeluarkan dan dihangatkan dengan hair dryer sebentar sampai sayapnya terbuka tapi dia masih lemas sehingga tidak sanggup terbang.  Nah setelah itu ditaruh di daun atau kain beludru hitam dan siap diatur-atur gayanya untuk difoto-foto, niscaya kupu-kupunya jinak sekali karena dia masih setengah pingsan alias hun-hun karena kedinginan.

Cara itu kurang cocok buat saya.  Menurut saya, kalau kita mau memotret kupu-kupu sebaiknya di habitatnya tanpa menyakiti, mengusik, atau mengganggu dia.  Kita yg butuh dan kita yg ingin motret dia, mengapa dia yg harus menderita.  Justru kita yg harus sabar dan pintar menyesuaikan dengan lingkungannya, bukan?  Misalnya, pakai parfum dengan wangi bunga  seperti saya .... atau pakai baju dengan motif bunga-bunga he he he ...

rgds,
Lucy

Monday, March 12, 2012

Fauna : O Ulat - e

Seekor ulat sebesar jari telunjuk saya melalap daun pohon sirsak di halaman rumah saya.  Lucu sih ... tapi lihat daun sirsaknya jadi grepesan dan bolong-bolong, jika dibiarkan bisa gundul nih pohon sirsak saya. Selera makannya besar sekali, sebentar saja daun itu digasak habis.  Kalau memikirkan pertumbuhan daun sirsak, rasanya mau dimatikan saja nih si ulat ini, tapi membayangkan ulat yg seperti ini akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu, kok ya jadi kasihan. Ulat  sebesar ini nantinya jadi kupu-kupu sebesar apa ya?


Si Ulat meliukkan badannya seperti lagi mengulet dan berbalik arah ...
Seperti kita kalau baru bangun tidur, kan sukanya mengulet.  Mungkin asal kata mengulet adalah dari gerakan ulat ini he he he ... mengulat ... mengulet ...


Balik kanan gerakkkk .... nah sekarang menghadap ke atas deh ...


Kalau ulat ini cukup makan, dia akan jadi kepompong, hingga suatu hari dia berubah menjadi seekor kupu-kupu yg cantik.  Bagaimana rupa sayapnya?  Apa warnanya?  I wonder how ....


rgds,
Lucy

Tuesday, February 28, 2012

Fauna : Burung Perenjak

Tiap pagi sekitar jam 7:00 burung-burung kecil ini pasti hinggap di pohon bunga ini.  Saya tidak tahu ini pohon apa, tapi seingat saya, namanya pohon sakura.  Mungkin banyak nectar dan serangga di pohon ini.  Suara burung-burung ini ramai berceloteh.  Di hari Sabtu atau Minggu, saya suka minum juice di halaman rumah saya sambil memandangi burung-burung ini.  Kalau saya masuk untuk ambil kamera, pas balik lagi, mereka sudah pada terbang.  Tumben nih berhasil.




rgds,
Lucy

Thursday, February 09, 2012

Fauna : Sang Kodok

Ada lagu Betawi masa kecil yg dinyanyikan dengan jenaka oleh Benyamin S., judulnya Sang Kodok.  Ada juga versi duetnya yg dibawakan bersahut-sahutan seperti pantun bersama Ida Royani.  Kodok itu berisik di waktu malam, tapi pendiam di pagi dan siang hari.

Apa beda Kodok (Toad) dengan Katak (Frog) ?

Kodok :
hidup di darat -- bisa di tempat yg lembab dan becek-becek dikit. Badannya gendut, kakinya agak pendek, dan kulitnya kasar alias buduk.  Tidak pandai berenang tapi loncat-loncat pendek saja. Kodok ada yg tidak dimakan karena beracun, tapi ada juga yg bisa dimakan, misalnya kodok sawah, kodok batu, dll

Katak :
hidup di tempat yg banyak air. Badannya lebih kurus, kulitnya halus licin, dan kakinya lebih panjang dibanding kodok, jadi loncatannya lebih jauh. Katak bisa berenang, dan gayanya ditiru sama manusia. 

Nah, apa yg bisa kita pelajari dari kodok dan katak ?  Kalau mau langsing seperti katak, berenanglah ... di sawah kek, di sungai kek, di kolam kek, jangan cuma loncat-loncat di atas batu dan tanah, nanti tetap gemuk kayak kodok lohhhh ...  Just kidding  ... he he he ...

Di suatu pagi saya melihat kodok sembunyi di dedaunan di depan rumah saya.  Motret kodok ini rada was-was juga, takut dia loncat ke arah saya.  Ingat waktu kecil dulu, katanya kalau mata kita sampai dikencingin kodok, bisa buta.  Nah lho ...




Coba lihat foto Sang Kodok di bawah ini.  Lucu juga kan tampangnya ... ?? Atau seram ... ??


Sang Kodok akhirnya molos lewat pagar, masuk ke halaman rumah saya.  Wadohhh kalau dia sampai masuk ke dalam rumah bagaimana coba ... ?!  Saya mau usir, tapi dilarang sama mama saya.  Katanya biarin aja, sang kodok bisa makan nyamuk di halaman rumah.




rgds,
Lucy

Wednesday, February 08, 2012

Fauna : Yellow Dragonfly 24 Dec 2011

Kata orang-orang zaman dulu, anak kecil yg suka ngompol, pusarnya harus digigit capung supaya berhenti ngompol.  Untung waktu saya kecil, saya gak suka ngompol.  Ngeri amat kalau pusar kita dicium capung kayak gini he he he ... Sakit atau geli ?  Ada yg pernah coba?





rgds,
Lucy

Friday, February 03, 2012

Fauna : Kodok Buruk Rupa

Ada dongeng Pangeran Kodok (Frog Prince).  Kalau dilihat-lihat memang kodok yg buduk itu betul-betul buruk rupa. Pantes aja banyak orang yg jijay melihat kodok.  Kalau sampai ada Putri yg dengan rela dan senang hati mencium sang kodok, wah ... benar-benar luar biasa.  Untung sang kodok berubah jadi Pangeran tampan, coba kalo enggak .... wadooohhhhh ....

Ini foto kodok yg nongol di atas mesin pompa di sebuah pemandian air panas milik PTPN VIII di Pengalengan Jawa Barat.  Motret kodok ini sambil cemas-cemas sedap, takut dia loncat ke arah saya minta dicium.



Saya masih ada foto kodok yg lain lagi, coming up soon ... he he he ...

rgds,
Lucy

Saturday, January 21, 2012

Fauna : Lovely Butterfly

Butterfly and the Falling Leaves

Canon EOS 7D, Canon EF 24-105mm f/4L IS USM at 105mm, f/5.6, 1/250, ISO 200

Lonely Butterfly ...

 Canon EOS 7D, Canon EF 24-105mm f/4L IS USM at 105mm, f/5.6, 1/160, ISO 200

 Lovely Butterfly


Canon EOS 7D, Canon EF 24-105mm f/4L IS USM at 105mm, f/5.6, 1/200, ISO 200

rgds,
Lucy

Thursday, November 24, 2011

Wednesday, November 23, 2011

Jurong Bird Park - Owls In The World Of Darkness

Jurong Bird Park, Singapore
October 8, 2011
Owls In The World Of Darkness

Solitary and nocturnal birds

Snow Owl


Burung Hantu jenis ini dipakai untuk simbol pendidikan, maksudnya supaya murid-murid sekolah pada rajin belajar hingga larut malam ... bukan main games dan nonton film :)


Merengut aja nih ... burhan ...



rgds,
Lucy