Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Sunday, January 15, 2012

Travel : Museum Bank Indonesia - The Collections

Museum Bank Indonesia
26 November 2011 

Sekarang saya mau cerita ttg koleksi museum.
Begitu memasuki ruang koleksi, ada satu dinding yg ada gambar berbagai uang logam yg bergerak-gerak menari-nari dan berputar-putar.  Jika gambar itu kita kurung dengan bayangan lingkaran tangan kita, maka uang logam itu akan melintir dan akan muncul keterangan uang logam apakah yg berhasil kita kurung tadi.  Wah ... kita yg sudah dewasa saja begitu excited menangkap uang logam itu, apalagi anak-anak kecil.  Saking asiknya, saya sampai lupa foto, soalnya sibuk mengurung duit he he he ...
Setelah itu kita memasuki area sejarah Indonesia yg berhubungan dengan perkembangan uang. Sejak kedatangan pelaut-pelaut asing dengan niat berdagang rempah-rempah, hingga akhirnya Indonesia dijajah oleh para pendatang itu -- Portugis, Belanda, Inggris, Jepang.  Semua gara-gara uang.  The Power of Money.


 Foto-foto dan keterangan The sailormen  yg mendarat di Indonesia
Peta penyebaran uang zaman dulu

Ada pohon yg bisa ganti-ganti warna loh ... soalnya lampu sorotnya warna-warni :)

Setelah dari pohon warna-warni ini, kita pindah ke ruang lain.  Kita ingin ke ruang penyimpanan emas batangan.  Dinding menuju ruang itu bergambar uang logam dan uang kertas.  Unik juga nih wallpaper seperti ini.


Bagi yg belum pernah lihat emas batangan, boleh masuk ruangan ini, boleh foto-foto asal tanpa flash.  Jadi teringat Paman Gober dan Richie Rich.  Kalau dilihat-lihat bentuk emas batangan ini seperti coklat kit-kat  he he he .... (bukan promosi produk nestle loh ya ....)

Setelah itu kita pindah ke ruangan lain yg berisi koleksi uang logam dan kertas dari masa ke masa.  Ada kursi berbentuk uang, kita bisa duduk di situ.  Pintu masuk ruang itu seperti pintu brankas, jadi seolah-olah kita masuk ke dalam brankas raksasa.

Sekat-sekat dalam ruangan itu ada yg gambar celengan ayam jadul, celengan bulat yg jadul.  Celengan saya waktu kecil seperti yg bulat itulah.  Ada warna merah, hijau, biru dll.

Nah sekarang, it's all about the money ...

Uang ini kecil sekali.  Untuk melihatnya disediakan kaca pembesar yg menempel pada kaca dan bisa digeser-geser ke uang atau tulisan yg mau kita baca.

 
Uang zaman kolonial Belanda.  Keren juga design dan warnanya.
 

Ada bayangan saya lagi memotret he he he ...


Uang asing, ditaruh dalam laci-laci kaca yg disusun seperti lembaran buku, bisa ditarik dan dibolak-balik.  Unik dan hemat tempat.


Uang Rp 5 alias Go Tun.  Uang jajan saya waktu TK nol besar (sekarang TK B).  Dengan uang Rp 5, saya bisa beli 2 buah permen, atau 1 buah lontong, atau 1 buah kue e.g. kue pancong, pisang goreng, kue pisang, kue cubit, dll.  Waktu itu tahun 1975.


Uang Rp 25,- alias Ji Go :)  Uang jajan saya waktu kelas 2 SD.  Dengan uang ini saya bisa jajan 1 mangkuk mie bakso kampung, yaitu mie kuning atau bihun plus bakso sapi yg kecil-kecil seperti kelereng, rasanya bau sapi banget dan banyak sagu. Kuahnya banyak lemak dan tetelan.  Habis makan mie bakso ini, kalau langsung minum air es, lemaknya pada nempel di langit-langit mulut dan lidah ....  :(   Oya, waktu itu kalau naik oplet (sekarang mikrolet), ongkosnya Ji Go juga.

 
Ini uang darurat, kertasnya seperti uang-uangan mainan monopoli. he he he ... Maklum deh, zaman darurat, kertas singkong jadi uang.

Pernah lihat uang separuh?  Uangnya digunting jadi dua, yg laku hanya sebelah saja.  Nah, ini penampakannya dan ceritanya.



Setelah keluar dari ruangan brankas besar, kita meninggalkan Museum Bank Indonesia.  Ternyata enak juga wisata museum seperti ini.  Menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pengalaman.

Selanjutnya museum mana lagi yg mau dikunjungi ?

rgds,
Lucy

Saturday, January 14, 2012

Travel : Museum Bank Indonesia - The Building

Museum Bank Indonesia
26 November 2011

Diajakin ke Museum Bank Indonesia.  Kayaknya boleh juga nih ... bisa belajar sejarah uang di Indonesia dari zaman kerajaan dulu sampai sekarang.

Karena foto-fotonya banyak, maka saya bagi menjadi 2 bagian.  Bagian pertama ini memuat foto-foto Bangunan Museum Bank Indonesia.  Bagian kedua memuat foto-foto koleksi Museum.  Boleh foto-foto, tapi tidak boleh memakai flash.  Nah kebayang kan betapa sulitnya memotret dalam suasana minim cahaya di dalam ruang museum.


Jalan di depan Museum Bank Indonesia


Letaknya di daerah Kota, dekat dengan Museum Fatahilah.  Masuknya gratis, hanya perlu lapor ke bagian tiket untuk didata.  Nah ... ini baru keren, tidak mata duitan dan tidak komersil ... Andaikan semua museum di Jakarta seperti ini.

Museum Bank Indonesia ini bangunannya kuno tapi terawat bersih. Artistik juga. Jendelanya dari mozaik kaca berwarna-warni, langit-langitnya tinggi, lantainya membentuk motif tertentu.




Hari itu banyak anak-anak sekolah yg study tour ke Museum Bank Indonesia ini.  Liha di foto di atas ini, banyak anak sekolah antri masuk ke lobby museum.  Sebelum masuk ke ruang koleksi museum, mereka mendapat pengarahan dulu dari pihak Museum dan ada pemandunya.  Saya datang berdelapan, rombongan kecil, tapi sayangnya kita tidak kebagian pemandu.


Lihat foto di atas ini.  Ruang-ruang yg berderet di sebelah kiri adalah bentuk-bentuk loket bank dari masa ke masa, dan ada patung-patung petugas dan aktivitasnya di bank.  Kita bisa masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat.  Sayang agak gelap dan remang-remang, susah difotonya.


Nah dari sini kita masuk ke dalam ruang koleksi museum. Lihat sambungan dari posting yg ini.  Di dalam museum kita mengikuti alur ruang pamer dari satu ruang ke ruang lain.  Hingga kita sampai di koridor yg menghadap ke halaman tengah.  Rupanya museum ini terdiri dari 4 gedung yg membentuk kotak dengan halaman di tengahnya.




Lorong-lorong begini, bagus juga buat foto model :)  Ayo, siapa yg pengen foto-foto di sini?


Atau mau foto seperti saya dengan gaya ini ?  Gaya RA Kartini :)


Atau foto di tangga seperti mama - tante - sepupu saya ?



to be continued

rgds,
Lucy

Monday, January 09, 2012

Food : Rakumen Japanese Ramen

Rakumen - Japanese Ramen
Senayan City, Jakarta

Bingung mau makan apa?
Lagi hujan-hujan, enaknya makan ramen yg panas.
Oya, kalau lagi flu, enak juga makan ramen yg ngepul-ngepul hangat.

Banyak pilihan di Senayan City, mau ramen/mie gaya Chinese atau Jepang.
Akhirnya saya ke Rakumen. Eeehhhh ... bukan ramen kuah kaldu yg saya pilih, malah ramen dengan kuah creamy seperti pasta yg saya order :)

Masih satu group dengan Pasta de Waraku.  Di dinding kaca berjejer model-model ramen tiruan.  Jadi bisa lihat dan dipilih yg berkenan di hati dan di kantong.

Salmon Ikura Cream Udon (Rp 76.800,- ++)
Lagi kepengen makan salmon dan ingin jajal kalau udon dipadu dengan kuah pasta yg creamy bagaimana rasanya ya ...?!

Udon muncul dalam mangkuk super besar, kalau di rumah ini jadi mangkuk sayur sop or sayur asem untuk konsumsi sekeluarga.  Tapi ... udonnya cuma nyempluk kecil di tengah.  Rupanya gede mangkok doang ... isinya sih tetap ukuran 1 porsi untuk 1 orang.  Walaupun demikian, isinya lumayan banyak.  Salmonnya ada 4 iris yg lumayan tebal dan besar.  Yg saya suka adalah telur ikan kecil-kecil itu, hm.... enak buanget ... mustinya minta banyakan ya ...  Udonnya OK, kuah yg creamy begitu bikin kita cepat kenyang dan agak machtig.  Jika bukan penggemar saus creamy, mending jangan order ini.  Rasanya seperti makan spaghetti he he he ...




Age Dashi Tofu (Rp 29.800,- ++)
Ini menu biasa, utk makanan pembuka.  Tampilan dan rasanya standard age dashi tofu pada umumnya.  Berhubung sudah kenyang, jadi saya bawa pulang.




Kesimpulannya kalau ramen, mendingan kuah kaldu bening aja kali ya .... lebih pantes.
Kalau mau yg creamy mending pasta spaghetti or fetucini di cucina italiana :)
But gak apa-apa, namanya juga pengen icip-icip.

rgds,
Lucy

Saturday, January 07, 2012

Food : Marutama Pork Ramen

Marutama Ramen - revisit
Puri Indah Mall, Jakarta

Kunjungan kali ini ke Marutama Ramen agak kurang kreatif memilih menu.  Saya makan siang berlima, dan kita semua order Marutama Ramen dengan kuah kaldu Pork. Non-halal. Tambahannya adalah tamago alias telur pindang rebus.


Adik saya, ipar saya dan keponakan saya, sangat suka dengan kaldu ini.  Kuah dihirup sampai habis.  Tapi mama saya yg kurang begitu suka pork yg sangat intense, agak kurang cocok.  Menurut dia, kuahnya terlalu gurih / machtig, dan aromanya terlalu porky ... harum babi sekali. Sehabis makan kudu makan permen untuk netralisir.  Saya sendiri hm... rasanya ramen ini boleh tahanlah ....


Ramen + kuah kaldu, topping rumput laut, daging sapi, telur, bawang putih goreng, cabai bubuk, telur ayam pindang,  dll

rgds,
Lucy

Friday, January 06, 2012

Food : Shabu-Shabu at Kahyangan

Kahyangan Shabu-Shabu Restaurant
Wisma Nusantara Lt. 28-30
Jl. M.H. Thamrin No. 59, Jakarta

Beberapa hari setelah saya makan Shabu-Shabu di Shabuya, saya mendapat undangan makan siang di Kahyangan Shabu-Shabu Restaurant.  Tanpa berniat membandingkan ... karena memang beda kelas dan beda harganya, saya posting foto-fotonya.  Kalau Shabuya konsepnya All You Can Eat (AYCE), nah kalau Kahyangan harus pesan per porsi, dan harganya ... hm ... 1 porsi setara dengan 3 orang AYCE.


Kualitas daging, sayur, dan sausnya memang OK banget.  Salah satu shabu-shabu yg bikin orang ketagihan dan bisa makan sambil merem melek saking nikmatnya, apalagi kalau ditraktir dan boleh tambah lagi dan lagi dan lagi ... he he he ...



Kalau makan shabu-shabu, kecenderungan kita adalah mencemplungkan semua sayur, jamur, tahu, udon, termasuk satu piring fillet daging ke dalam panci berisi kuah kaldu.  Sebetulnya cara seperti ini kurang menikmati, karena kita jadi cenderung makan terburu-buru, soalnya jika kelamaan, dagingnya jadi alot sayurnya jadi lodoh. Masukkan sayur dan kawan-kawannya secukupnya. Kalau kurang, masukkan lagi.

Menurut saya cara makan daging shabu-shabu yg benar adalah :
1. Ambil selembar fillet daging pakai sumpit, lalu masukkan ke dalam panci kuah kaldu yg sudah mendidih.   Tetap jepit daging dengan sumpit
2. Celup selama 5-10 detik
3. Masukkan daging ke saus ponsu di piring kita.
4. Tiup-tiup dikit kalau masih terlalu panas.  Buka mulut lebar-lebar, makan sambil menikmati.
Jangan buru-buru.  Lebih nikmat jika makan bersama-sama, ketimbang makan sendirian he he he  

Ini juga berlaku untuk jamur enoki yg cepat matang.  Kalau jamur enoki itu diceburin bersama sayur mayur ... nanti enoki jadi lodoh dan alot.  Katanya enoki cukup direbus 3 detik, kemudian langsung diangkat dan siap disantap.

Ini restaurant Jepang tapi ada menu lokal yg justru jadi andalan, yaitu Rempeyek Kacang Tanah.  Rempeyeknya tipis dan garing. Sayang saya tidak foto.  Rempeyek itu lebih nikmat kalau diceburin or dicocol ke dalam saus yg sudah diracik dengan bawang putih cincang, lobak cincang, irisan daun bawang dan irisan cabai rawit ... uenakkkk tenan.

Karena saya diundang dalam rombongan besar, 2 lantai di-booking, makanya pelayannya kewalahan dan jadi lama penyajiannya.

Kalau ada uang lebih dan ingin coba shabu-shabu yg endang bambang ... boleh icip-icip di sini.
Dijamin jadi terpacu bekerja lebih rajin, menabung lebih banyak, supaya bisa ke sini lagi he he he ...


rgds,
Lucy

Thursday, January 05, 2012

Food : Shabu-Shabu at Shabuya

Shabuya
Central Park, Jakarta

Makan shabu-shabu di Shabuya pakai voucher DealKeren.  Dari harga normal sekitar Rp 150.000,-/orang, jadi Rp 83.000,- nett/orang.  All You Can Eat, termasuk appetizer, minum, dan buah.  Paket yg menarik kan?  Kita makan siang berenam.

Appetizer
bola-bola kroket dan ubi manis dengan taburan wijen.  Jangan makan terlalu banyak yg ini, nanti gak bisa makan shabu-shabunya ... namanya juga makanan pembuka, sekedar icip-icip boleh lah ...




Shabu-shabu
Sayuran komplit plus daging sapi dan seafood. Sayurannya ada aneka jamur, sayur hijau, tahu, wortel, jagung, tauge, dll.  Seafoodnya ada ikan, udang, cumi.   Karena AYCE, jadi yg karnivora sejati, gak rugi nih, boleh order daging sepuasnya.  Dagingnya empuk kok.  Yg keluar pertama lemaknya sedikit, makin ke belakang, makin banyak lemak putih-putihnya ... Teman-teman saya juga suka sama udangnya yg besar-besar dan manis.  Seandainya udangnya dikupasin, lebih enak makannya ... gak ribet kupas-kupas kulitnya he he he...




Sausnya kita racik sendiri ... pakai bawang putih cincang, lobak cincang, irisan daun bawang, irisan cabe rawit ... nikmat ... asem manis asin pedas .... segar banget ... plus kuah kaldu.  Kurang kenyang? Ada udon juga untuk karbohidratnya.




Ditutup dengan sepiring buah-buahan, semangka dan melon.
Kesimpulan, Rp 83.000,- netto/pax, enak banget ...
Bukan iklan, bukan promosi nih ... tapi kalau DealKeren buat promo voucher Shabuya, jangan lewatkan deh.  Boleh dicoba.

rgds,
Lucy

Monday, January 02, 2012

Food : Roppan Toast

Roppan
Gandaria City - Jakarta
5 November 2011

A Toast To Happiness ...
Jika suka roti bakar alias toast, sekarang banyak pilihan nih.  Salah satunya adalah Roppan, toast gaya Jepang.  Rotinya agak tebal dengan bermacam-macam topping yg cantik dan menarik.  Ada berbagai pilihan rasa.

Yang citarasanya manis seperti ini ... dengan topping coklat, buah, kacang, dan cream.  Sekilas mirip kue  tart ya ... padahal bawahnya roti tawar.  Kreatif nih cara menghiasnya.





Atau yg nuansanya asin dan gurih seperti ini ...  dengan sosis, daging, jamur, sayuran, keju, mayonaise, dan saus.  Seperti pizza begitu lah ...



Rotinya cukup tebal dan cukup bikin kenyang.  Soal rasa sih relatif, tergantung toppingnya. Dimakan selagi panas lebih nikmat.  Sebetulnya ini toast biasa sih, keunggulannya adalah hiasan toppingnya, bikin menarik.  Makanan ringan di siang/sore hari.


Sesuai dengan claimnya -- A Toast To Happiness, sebaiknya makan beramai-ramai supaya bisa order beberapa rasa yg berbeda, bisa minta dipotong jadi 2 bagian supaya gampang makannya.  Kalau saya sih cuma sanggup makan 1 porsi, kenyang bok!




Selain menjual toast, Roppan juga menjual ramen/udon, roti dengan topping ice cream, juga beer dengan rasa buah-buahan yg unik.  

rgds,
Lucy