Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Monday, May 23, 2011

Vietnam : Ho Chi Min City - 13 Mei 2011

Day 2 : 13 Mei 2011

Pho Ouynh - 323 Pham Ngu Lao Q1, TpHCM

Tadinya kita mau dibawa makan ke tempat lain, tapi Jane teringat rekomendasi dari internet untuk mencoba Pho Bo di Pho Ouynh.  Ternyata hanya jalan kaki dari kantor tour & travel. Kita dipesankan makanan dan kemudian ditinggal.  Setelah makan, kita diminta ke kantor tour & travel untuk menyelesaikan pembayaran tour kita selama di HCM dan Hanoi.

Kita pesan Pho Bo Beef (VND 48.000/mangkuk), yg adalah mie putih dari beras dengan kuah kaldu sapi plus daging sapi dan sayur-sayuran.  Rasanya enak ... dan segar, soalnya pakai cabe rawit dan jeruk nipis.  Son Son Lat Lat ... Asam-asam pedas-pedas .... Undoubtedly nikmattttt ... Rekomendasi dari internet itu memang tak salah.  Mati-mati harus coba nih Pho Ouynh.


Asesorisnya banyak, selain tauge, jeruk nipis, dan irisan cabe rawit merah, sayur hijaunya banyak macam, ada yg enak, ada yg langu, ada juga yg pahit. Cicip aja dikit-dikit dulu, kalau rasanya oke, baru cemplungin ke mangkuk.


Minumnya Es Teh Susu (VND 15.000/gelas) dan Es Kopi Susu (VND 15.000/gelas), enak dan segar ...



Selagi kita enak-enak makan, eh ... hujan turun dengan derasnya ... kita pindah ke dalam karena tampias.  Waktu kita makan, kita lihat di meja sebelah pada pesan roti bagette (VND 3.000/buah).  Kita ikutan juga.  Cara makannya dicocol ke kuah.  Mereka pada pesan yg kuahnya seperti curry.  Sedangkan kita yg kuah bening.  Orang-orang di sini banyak makan tapi tidak gemuk.  Mungkin karena mereka suka makan sayur.  Pesan mie semangkuk saja, sayurnya sepiring munjung.  Generous sekali sama sayuran.  Oya dagingnya juga banyak lho ....

Di Jakarta saya kurang suka makan Pho, tapi kenapa di sini jadi doyan banget ya .... ???

Selesai makan, tapi hujan belum reda ... terpaksa kita naik taxi karena kalau tunggu hujan reda, bisa habis waktu sedangkan kita sore hari mau terbang ke Hanoi. Untuk jarak yg begitu dekat, taxi harus memutar ... jadi keliling-keliling deh ...

Kita menyelesaikan pembayaran dengan perwakilan viettours365 di HCM yaitu Mr. Tam yg rada ganjen ... (my goodness ganjennya ....).  Untuk semua tour selama di Vietnam ini kita bayar USD 176 untuk 2 orang.  Rinciannya :
Cu Chi Tunnels Half Day Tour : USD 15 / pax
Ha Long Bay 2 Days 1 Night : USD 55 / pax
Hua Lu - Tam Coc One Day Tour : USD 18 / pax
Jadi total per orang USD 88 / pax.  Berdua jadi USD 176.


Bagvina : 52M Nguyen Huu Hao, P6, Q4, HCM

Perjalanan selanjutnya adalah ke Bagvina yg katanya jual Crumpler made in Vietnam yg harganya miring.  Otentik bikinan Vietnam, tapi bukan Otentik Crumpler lah ...

Kalau lihat di peta, kayaknya dekat dan kata orang juga dekat ... OK lah kita jalan kaki sembari motret suasana kota HCM.

Naik jembatan .... foto-foto


Lalu lintasnya lumayan padat, banyak motor.  Sudah dekat pemilu jadi di jalan banyak spanduk dan bendera . baliho.








Rada bingung juga baca petanya ... tanya sana sini, banyak yg pada tidak tahu.  Bahkan nama jalannya pun mereka tidak tahu, nah ... lho ....  Ada anak sekolah yg boleh kita puji karena mau menjelaskan dengan bahasa Inggris.  Berani juga anak cewe ini, gak malu-malu dan gak takut-takut ingin menolong kita yg lagi kebingungan, sampai nanya ke nenek-nenek dan ditranslate ke bahasa Inggris.  Hebat ...  Sebaliknya ada sekelompok anak sekolah yg baru pulang les Inggris, berdiri di depan tempat les mereka, begitu ditanya, mereka tak mau menjawab.  Cuma bilang "I don't know" tanpa ada usaha untuk membantu.  Akhirnya ada tukang ojek sepeda motor yg kasih tahu letak jalannya.  Jalan itu sudah kita lewati, dan kita harus menyeberang lagi ... Astaga ... ternyata letaknya di pasar tradisional yg becek dan bau ... mungil pula itu toko.

Kita dilayani oleh pemilik toko dan pinter banget menawarkan barang.  Ternyata dia punya satu toko tas di District 1 dan restaurant.  Tajir juga engkoh ini.  Jane beli Ransel Kamera, Sling Bag untuk Kamera, dan Ransel biasa.  Saya beli Sling Bag untuk Kamera dan Ransel biasa untuk besok ke Ha Long Bay.

Hujan lagi ... akhirnya kita dicarikan Taxi oleh pemilik toko dan kita langsung ke Hotel.  Ambil koper, masukkan barang dan sempat ganti baju.  Sekitar jam 6:30.

Ho Chi Min to Hanoi

Perjalanan kita menuju Tan Son Nhat Airport - Domestic Terminal ditempuh dalam waktu kira-kira 30 menit.

Penerbangan kita :
JetStar - JetSaver BL810 - HCMC - Hanoi - 20:30 - 22:40
Tiket sekali jalan sekitar Rp 500 rb, pp sekitar Rp 1 juta.

Waktu kita tiba, counter check in belum dibuka.  Menunggu sebentar dan kita check in.  Kita belum makan malam.  Jadi makan di airport saja.  Wah ... makanan kurang menarik dan mahal pula.  Biasa deh tarif di airport memang beda.  Ada gambar-gambarnya dan kita bisa pilih, tapi sebagian besar menunya sudah habis, padahal belum terlalu malam.

Kita pesan spring roll dan roti isi ikan sarden / mackarel.  Rasanya standard aja, asal perut terisi ...
Makan spring roll pakai bihun dan dicocol saus manis.Cuma Spring Roll di sini digorengnya dengan banyak minyak dan cuma sebentar ditiriskan, jadinya minyak berlinang-linag deh, kadang-kadang bisa diperas keluar minyak lagi.  Boros minyak goreng nih ... Oya makanan di sini banyak yg tidak halal, alias mengandung babi.

Beginilah penampakannya.



Penerbangan on time.  Tiba di Noi Bai Airport - Domestic Terminal sekitar jam 11 malam, dan setelah ambil bagasi, kita menuju antrian taxi.  Sempat bingung naik Taxi merek apa, karena informasi tentang Hanoi tidak selengkap Ho Chi Minh.  Akhirnya kita naik Taxi Vietnam Airlines.  Tarif sampai ke Hotel sekitar VND 315.000.  Soalnya airport agak jauh dari kota, sekitar 45 menit.

Kita menginap di Charming Hotel (15 Yen Thai Street, Hanoi).  Tarif per malam USD 27 termasuk Breakfast.  Murah kan.  Tapi lokasinya ternyata di dalam gang kecil yg hanya muat 1 mobil dan ternyata letaknya di pasar tradisional.  Wah ... baru pertama dalam sejarah menginap di hotel dengan lokasi seperti ini.

Waktu check in, petugas Hotel ini ramah sekali, dan dia mau pinjam paspor kita untuk difotocopy tapi dikembalikannya besok pagi, soalnya mereka tak punya mesin fotocopy.  Waduh, langsung kita tolak, saya kasih saja fotocopy paspor saya.  Hotel ini kecil banget tapi ada lift. Ada 6 lantai, jadi kalau dilihat Hotel ini mungil tapi menjulang dan panjang.  Sepertinya 2 kavling depan dan belakang nyambung, liftnya masing-masing.  Di area belakang ada 1 lift, di depan ada 1 lift.  Begitu masuk kamar, ternyata lumayan juga, walaupun kecil mungil tapi bersih.  Ada AC, TV LCD 32 inchi, ada seperangkat komputer plus internet 24 jam, kamar mandi shower, dll.  Lumayan juga.

Kita turun untuk ke convenient store beli air minum dan snack, ternyata ... personil hotel sedang menggelar kasur di lobby, dan lampu sudah dimatikan.  Astaga ... kayak rumah aja.  Mereka kaget, karena tak menyangka kita bakal turun.  Kita belanja di toko 24 jam di sebelah hotel.  Beli air mineral dan biscuit untuk perjalanan besok ke Ha Long Bay.  Begitu kita kembali ke Hotel dan mau naik ke kamar selalu disambut dengan kata-kata "Have a niiiiiiiiice ...." lalu stop.  Nice apa coba? He he he ... Have a nice dream, or rest, or apa gitu kek. Setelah itu kita mandi dan packing barang yg mau dibawa menginap di Ha Long Bay.  Koper akan kita titip di hotel ini.

Nah ... kebayang kan kita tidur jam berapa?  Sekitar jam 01.30 dini hari.  What a day!
Saking buru-buru, tidak sempat foto-foto kondisi kamar hotel.

to be continued

rgds,
Lucy

Sunday, May 22, 2011

Vietnam : Ho Chi Min City - 13 Mei 2011

Day 2 : 13 Mei 2011

Ho Chi Min City

Hari ini kita mau half day tour ke Cu Chi Tunnels.  Sore hari kita akan ke Hanoi dengan pesawat udara.

Bangun jam 6, Breakfast jam 7, dijemput di lobby jam 8 pagi. Seperti biasa, begitu bangun tidur, saya langsung membuka jendela untuk melihat lingkungan sekitar.  Pagi yg cerah. Ternyata di belakang hotel ini ada sungai yg tampak sibuk dengan aktivitas transportasi air.

Click the image to enlarge.





Sarapan kita adalah Buffet Breakfast.  Jenisnya tidak banyak tapi cukup mewakili.  Ada Pho (mie beras dengan kuah kaldu dan irisan daging), bubur ayam, aneka roti, nasi + sayur + daging, telur, dan sejenis lagi seperti che chong fan (bener gak nih nulisnya ...), juice buah, buah, kopi, teh, dan susu.  Lumayan mengenyangkan ya ...

Karena check out jam 12, dan saat itu kita masih tour, jadi kita check out di pagi hari.  Koper kita titip di reception (kan gak ada concierge).

Jam 8 lewat, kita dijemput dengan bus untuk tour ke Cu Chi Tunnels.

Cu Chi Tunnels

Biaya tour sebesar USD 15, termasuk transportasi, tiket masuk, dan makan siang.  Sebetulnya di hotel kita juga ada tour seperti ini seharga USD 7 tapi hanya transportasi saja, tidak termasuk tiket dan makan siang.  Dan ternyata dari semua peserta satu bis besar itu, hanya kita berdua yg bayar USD 15.  Kita dijemput satu per satu di hotel masing-masing, ada hotel besar dan hotel kecil, bahkan hostel.  Mayoritas peserta tour adalah orang bule.  Selain kita berdua ada 2 orang dari Filipina, 2 orang Malaysia, 2 orang Singapore, 2 orang India, dan selebihnya orang bule.

Perjalanan dari HCMC ke Cu Chi Tunnels (dibaca : Ku Ci Tunnels) ditempuh dalam waktu 2 jam lebih.  Tour guide kita pria umur 30-an namanya Ngoc, orangnya lucu dan ceplas-ceplos, bahasa Inggrisnya lumayan, dan dia menyebut rombongan kita "My Family".

Tiba di Cu Chi Tunnels kita digiring ke Gallery untuk dijelaskan mengenai sejarah Cu Chi Tunnels, ada video, peta, dan penjelasan dari guide berbahasa Inggris.  Untuk yg tidak suka sejarah, agak membosankan.  Tapi sebagian besar dari rombongan kita pada tekun mendengarkan.  Saya dan Jane sudah mulai bosan dan kepanasan, karena memang hari ini panas terik, luar biasa ....



Saya keluar untuk foto-foto lingkungan sekitar.  Kalau pernah ke Museum Lubang Buaya (G30S PKI), nah seperti itu deh keadaannya.  Seperti hutan, banyak pohon-pohon dan banyak lubang-lubang persembunyian.  Sayup-sayup terdengar suara tembakan senapan, karena ada shooting gallery.  Kalau mau coba-coba menembak pakai senapan beneran, boleh tuh ke gallery itu.  Bayar berdasarkan senapan dan peluru yg digunakan.


Batang pohon unik ...


Pohon nangka berbuah banyak banget ...



Lubang bekas ledakan bom



Setelah nonton video, rombongan kita mulai mengelilingi lokasi ini.  Berawal dari lubang persembunyian yg kecil mungil hanya selebar pinggang.  Diperagakan oleh tour guide kita, Ngoc.






Setelah itu kita di bawa keliling melihat lubang-lubang persembunyian yg lainnya, lubang udara, alat jebakan, perangkap, alat penyiksaan, tanks, dll.  Kalau dibayangkan rada ngeri dan di luar batas kemanusiaan.  Jadi saya tidak posting foto alat-alat penyiksaan itu ya ...  Kita juga di bawa ke tempat pembuatan senjata / alat-alat perang (military workshop).



Di sini banyak cacing .... they were everywhere ...


Setelah itu, yg mau mencoba menembak, boleh ke shooting gallery.  Sedangkan kita bisa ke cafetaria untuk makan bakso goreng, sosis goreng, ice cream, dan snack lainnya.  Kita jajan es kacang merah dan bakso goreng.  Perhentian selanjutnya adalah melihat seorang ibu-ibu membuat rice paper yaitu kulit lumpia vietnam yg tipis bening dari tepung beras.  Unik juga cara buatnya.



Ban bekas dibuat sendal ... Jadi ingat cerita mama saya, waktu dia masih kecil di Muara Enim Sumatera Selatan, kalau sekolah pakai sepatu sendal dari karet ban bekas begini.  Ini foto sendal berbagai ukuran, dari yg kecil sampai yg gede banget ... kaki siapa ya segede itu ?


Nah, sekarang kita masuk ke dalam tunnel yg sesungguhnya ... terowongan di dalam tanah yg gelap, kecil dan sempit, hingga kita harus jongkok, merangkak, dan meraba-raba dalam kegelapan.  Yg punya penyakit asthma dan jantung, tidak boleh masuk, nanti bisa sesak napas.  Begitu masuk terowongan ini kita masih bisa berdiri sambil nunduk sedikit, lama-lama nunduk makin pendek, terus jongkok, akhirnya harus merangkak.  Saya yg pendek dan tidak gemuk saja sudah susah, apalagi yg jangkung atau gemuk, wah... sengsara deh.

Saya masuk terowongan ... di depan saya pasangan suami istri bule usia di atas 60 tahun yg badannya tinggi besar dan agak gemuk. Kebayang kan waktu harus merangkak di terowongan yg sempit, si suami berkali-kali bilang "Oh My God, Oh My God ..." dan istrinya bilang "This is what you asked for, Dear ...  I told you not to do this ..."  Sedangkan saya sendiri yg bawa ransel di punggung, waktu harus merangkak, ransel saya nyangkut, cannot go in, cannot go out.  Di belakang saya ada 2 cowo bule yg tidak sabaran pengen cepat-cepat keluar.  Tapi berhubung saya nyangkut, mereka jadi mandeg juga.  Cowo yg tepat di belakang saya, bilang "Saya gak bisa maju, cewe yg di depan saya ini lagi nyangkut ranselnya ... tunggu dulu dong, jangan dorong-dorong" he he he ... jadi heboh.


Inilah pintu keluar dari terowongan ...



Terowongan yg kita masuki ini cuma jarak pendek saja lho ... tapi pinggang kita udah pegal-pegal, keringatan sampai kuyup.  Bayangkan kalau kita musti masuk terowongan yg panjang dan sembunyi berjam-jam ... bisa mateng deh kita kayak tape singkong.

Bunker dan atapnya yg unik.



Lelah setelah masuk terowongan, kita istirahat sambil makan singkong rebus dan minum teh pahit di pondok-pondok yg teduh ... Ngobrol-ngobrol dan bertukar cerita dengan sesama turis mancanegara.  Singkongnya ternyata empuk dan pulen.  Tehnya pahit dan seperti bau gosong ... tapi berhubung hanya ini yg tersedia dan gratis pula ... minum aja deh.



Wisata ke Cu Chi Tunnels berakhir di sini ... kita kembali ke bus dan pulang menuju Ho Chi Min City.


Kita tiba di HCMC sekitar jam 2 siang, belum makan.  Kita diturunkan di depan perwakilan tour&travel yg kita booking via internet.  Bertemu dengan Mr. Tam dan dibawa makan siang di sekitar Pham Ngu Lao Street, District 1.

to be continued

rgds,
Lucy

Saturday, May 21, 2011

Vietnam : Ho Chi Min City - 12 Mei 2011

Day 1 - 12 Mei 2011 : Ho Chi Min City

Sudah 2 tahun belakangan ini tiap bulan Mei saya jalan-jalan bersama teman kuliah saya, Liendha.  Tapi kali ini dia berhalangan, jadi saya ganti partner jalan-jalan deh.  Jane, rekan seperjalanan saya kali ini, suka memotret sekaligus suka dipotret.

Mengapa jalan-jalan ke Vietnam ?
- Lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta : 3 jam naik pesawat
- Ada promo tiket pesawat murah (sebetulnya sih tidak terlalu murah2 amat he he he ...)
- Akomodasi terjangkau, hotel sekitar 200 - 300 ribu per malam
- Makanan relatif murah dan cocok dengan selera saya
- Obyek wisata menarik, terutama Ha Long Bay yg adalah salah satu Situs Warisan Dunia menurut versi UNESCO
- Vietnama lagi booming sebagai tujuan wisata.  Setelah saya di sana tambah kagum karena sejauh mata memandang, dimana-mana turis mancanegara berseliweran.

Perjalanan saya berawal di Bandara Soekarno Hatta.  Penerbangan saya :
AirAsia QZ7736 - CGK-SGN - 16.35 - 19.40
Delay sekitar 30 menit.

Perjalanan lancar.  Seperti disarankan, saya sudah memesan makanan sejak booking tiket.  Saya pesan Nasi Lemak yg rasanya lumayan (jadi ingat rekomendasi Pak Bondan Winarno di Detikfood).  Jane pesan Nasi Kuning yg katanya tidak enak, cuma dimakan sedikit.  Di sebelah saya ada cowo yg memesan Nasi Padang, kelihatannya enak juga, dan dia makan dengan lahap ... Belakangan saya tanya sama dia, dan dia bilang selain lapar, rasanya enak juga kok, he he he ...

Sekitar jam 8 malam, kita tiba di Tan Son Nhat International Airport, Ho Chi Min alias Saigon.  Tanpa harus mengisi dokumen imigrasi, kita langsung antri dan paspor dicap. Tidak sampai 5 menit, dan beres.  Langsung ambil bagasi, tidak sampai 5 menit, koper sudah nongol.  Wah ... simple ya urusan di Bandara ini ... sepertinya Pemerintah di sini sangat mendukung sektor pariwisata, soalnya turis paling sebel sama yg namanya urusan antri di Bandara.  Setelah itu kita ke Money Changer untuk tukar uang. 

USD 1 = VND 20.540
Rp1 = VND 2

Begitu keluar pintu, langsung diserbu sama petugas/supir taxi ... tapi kita sudah browsing di internet, bahwa selama di Ho Chi Min, hanya 2 perusahaan Taxi yg aman, yaitu Vinasun dan Maylinh.  Jadi kita langsung mencari Vinasun, dan ada petugas dari Vinasun yg kasih tiket pemesanan Taxi. Taxinya bagus, ada yg sedan dan ada yg Toyota Kijang Innova. Di dalam Taxi ada TV.  Argometer berawal dari VND 10.500 (VND 1 = Rp 0.5). Dari bandara ke Hotel sekitar 30 menit.

Kotanya lumayan bagus, jalan rayanya licin dan lebar.  Berikut ini foto-foto Ho Chi Min di malam hari.  Semua foto diambil dari dalam Taxi.

Click the image to enlarge


Sengaja difoto nomor Taxinya ... supaya kalau dibawa kabur bisa dilacak ... he he he ...


Di HCM banyak taman-taman kota yg cukup besar untuk bermain, jalan-jalan, olahraga, dan ... pacaran.  Klik gambar di atas, kalau mau lihat orang pacaran he he he ...


Ini sepertinya sebuah Mal atau Dept. Store besar, lumayan mewah.  Oya di sini juga banyak tukang ojek sepeda motor yg mangkal.  Seperti di Jakarta (khusunya Cileduk, he he he...), di HCM banyak sepeda motor.  Menurut salah seorang tour guide kita, mereka lebih suka naik motor karena pertama belum mampu beli mobil, kedua karena jalan-jalan di sana kecil dan sempit, sering macet dan jarang bus kota.  Samalah pertimbangannya dengan orang Jakarta.


Kita menginap di MAI Hotel (4A-4B Thi Sach St. Ben Nghe Ward, Dist. 1, HCMC) yg tarifnya USD32/nite.  Tapi taxi mengantar kita ke MAY Hotel yg bagus dan mewah ... begitu pintu dibuka, saya melongo, masa sih Hotel yg murah begitu sebagus ini .... beda sama di gambarnya.  Eh ... ternyata salah.  Masih lurus ke depan lagi ... akhirnya sampailah kita di depan Mai Hotel yg sebenarnya.  Hotelnya kecil mungil, tapi cukup terang dan bersih.  Argometer taxi sekitar VND 130.000.

Kita check-in dan staff hotel sangat ramah dan bisa berbahasa Inggris.  Proses check in tidak lama dan kita diantar ke kamar di lantai 3.  Ada lift.  Kamarnya lumayan bagus untuk ukuran hotel bertarif tidak sampai Rp 300 ribu.  Tempat tidur empuk, ada AC, LCD TV 32 inchi, Bathtube dan yg paling penting bersih dan toilet ada selang.  Wah ... oke banget nih kamar hotel.




Setelah taruh koper, kita ke lobby untuk konfirmasi dengan local Tour&Travel karena besok pagi kita mau ke Chu Chi Tunnel.  Tour ini sudah kita booking dari Jakarta by i-net / email, tapi harus konfirmasi lagi setibanya di HCMC, apalagi kita belum bayar.  Besok pagi jam 8, kita dijemput untuk jalan-jalan dan setelah itu baru menyelesaikan pembayaran.

Kita ke CicleK untuk beli air minum dan snack.  Air mineral isi 500 ml harganya VND 5.000, isi 1500 ml harganya VND 9.000.  Setelah itu mandi, nonton TV sebentar, dan tidur.

To be continued

rgds,
Lucy

Wednesday, July 14, 2010

Belitung Island (10) : Pulau Langkuas

Introduction

Langkuas or Lengkuas Island is an island offshore of Tanjung Kelayang Beach, about 30 minutes by boat.  Langkuas or Lengkuas literally means galangale / galangal, a kind of ginger plant.
This island is famous for its old Lighthouse which was built in 1882 by the Dutch Collonial Government.  This 19-storey lighthouse was not made of stone and cement, but of iron.  Although it is already rusty here and there, it works fine.  Nobody live in this island except the lighthouse keeper.

Around this island there are several small rock islands with beautiful and unique formations.  The pictures below were taken at the top of  the lighthouse.  You would enjoy swimming, diving, fishing, or just lazily lying on the white sandy beach.

Setelah puas potret-potret di Pulau Batu, kita lanjut berlayar ke Pulau Langkuas.  Sebetulnya dari Pulau Batu, Pulau Langkuas itu sudah kelihatan, tapi kecil sekali.  Pulau Langkuas ini terkenal dengan Mercusuarnya (= Light House).  Ini dia foto Mercusuar.  Jadi ingat cerita Petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton.

Click to enlarge.





Mercusuar ini terbuat dari besi, bukan tembok semen.  Jadi kalau hujan disertai petir, rada kuatir tersambar geledek. Mercusuar ini dibuat tahun 1882 dan masih dalam wilayah pengawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.  Kondisinya sudah kurang bagus, karat di sana-sini, tapi masih berfungsi dengan baik.  Ada 19 tingkat di Mercusuar ini.  Pulau ini hanya dihuni oleh penjaga Mercusuar, ada rumah yg berbentuk huruf U mengitari mercusuar.  Semua makanan dikirim dari Jakarta, 3 bulan sekali.  Kadang-kadang ada kapal nelayan yg mampir memberi ikan, cumi, gurita, dll hasil tangkapan nelayan sekitar. Lampu mercusuar buatan luar negeri, tiga hari sekali, petugas naik ke tiap lantai untuk membersihkan dan ke puncak mercusuar untuk memeriksa atau mengganti lampu jika rusak.  Kerjanya sih tidak terlalu sulit, tapi bosan dan sepinya itu loh.  Untungnya sekarang ini Pulau Langkuas banyak pengunjung, jadi tak terlalu sepi.  Ada aja yg berkunjung, apalagi kalau akhir minggu.






Para fotografer suka sekali ke pulau ini, terbukti dari banyaknya foto-foto Mercusuar Pulau Langkuas di majalah-majalah fotografi.  Di sebelah Pulau Langkuas ada sebuah pulau kecil, tak berpenghuni, dan isinya formasi batu-batu yg unik.  Jika laut surut, bisa jalan kaki menyeberanginya.  Airnya sepaha sampai sepinggang (kalau pendek seperti saya, mungkin sedada ...).  Nah, foto Mercusuar dari pulau batu atau diantara pulau batu dan Pulau Langkuas ini bagus banget.  Harus rela nyemplung dan tripod terendam air.  Tapi hasilnya oke sekali.  Sayangnya hari itu saya sedang "berhalangan" jadi tidak bisa nyemplung-nyemplung seperti itu.




Saya cukup puas motret-motret di sekitar mercusuar dan naik mercusuar itu sampai ke puncaknya. Capek banget loh naik sampai ke atas.  Tapi pemandangan di atas sana sungguh bagus dan lain dari pada yg lain.  Rekan-rekan yg baru kembali dari pulau kecil itu, langsung nyusul naik ke atas, karena kebetulan hari hujan, jadi sekalian berteduh.  Wah, mereka lama sekali di dalam mercusuar, entah naik tangganya yg lama, atau motret-motretnya yg lama. ha ha ha ...




Karena hari hujan, jadi kita gak bisa kemana-mana.  Saya terkantuk-kantuk karena pengaruh obat anti mabuk (manjur banget deh Antimo). Petugas mercusuar memberi peringatan kalau ada petir, mohon semua pada turun.  Kita bingung mau ngapain, jadi yang terpikir adalah makan.  Jadi kita makan siang.  Menu kita adalah nasi kotak.  Kita sepakat mendaulat menu makan siang kita hari ini adalah yg terkomplit dan terlezat. Bagaimana gak komplit coba, ada daging, ayam, ikan, telur, tahu, pekedel, sayur, acar, kerupuk, wow .... nasinya juga banyak. Uenak tenan.

Selesai makan, hujan sudah reda.  Rencananya mau motret lagi, eh... tiba-tiba sepasukan group tour jalan-jalan merapat di pulau.  Ada sekitar 7 kapal.  Langsung deh pulau yg tadinya sepi jadi ramai.  Dimana-mana ada orang, bocor deh .... Ada yg berenang, snorkling, foto-foto, gelar tikar di pantai, makan, lari-lari, wah.... gak bisa motret landscape nih.

Akhirnya rekan2 fotografer memutuskan untuk meninggalkan Pulau Langkuas yg udah penuh orang itu, pindah ke pulau lain yg sepi dan cocok untuk foto landscape.

Kapal kita yg pertama berangkat duluan, nah tinggal kapal kita nih.  Ternyata mesinnya macet, jadi tiba-tiba kapal berhenti dan mengapung-ngapung di tengah laut. Nah loh ..... ada kapal lewat, tapi tidak berhenti membantu, karena supir kapal dan supir kita sibuk kutak-kutik mesin.  Kemudian ada satu kapal lagi lewat, kapalnya Levi Tour, berlalu begitu saja ..... tapi kemudian, kapal itu berbalik memutar menghampiri kapal kita menawarkan bantuan untuk menarik kapal.  Akhirnya kapal kita ditarik sampai mesin hidup kembali.  Wah... terimakasih sekali atas bantuannya ..... memang di laut harus saling tolong menolong.

Next Posting : Pulau Burung

More photos : v1olet's Flickr

rgds,
Lucy