Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Cappadocia. Show all posts
Showing posts with label Cappadocia. Show all posts

Sunday, July 02, 2017

Turkey Trip : Tuz Golu Salt Lake

Tuz Golu Salt Lake
11 May 2016


DSCF0839 Tuz Golu5vrw

Tuz Golu atau Lake Tuz yang artinya Salt Lake adalah danau garam di wilayah Anatolia Turki. Letaknya diantara Cappadocia dan Ankara. Tuz Golu adalah danau terbesar kedua di Turki dan salah satu danau garam terbesar di dunia.

DSCF0835 Tuz Golu2rw

Saya ke sini saat musim semi, jadi masih ada airnya.  Katanya kalau musim panas, airnya kering, tinggal garamnya saja sampai setebal 30 cm.  Ada 3 pabrik pengolahan garam di sini yang menyuplai 63% kebutuhan garam di Turki.

DSCF0836 Tuz Golu3vrw

Begitu turun dari bis, kita disuruh cuci tangan pakai garam dari danau ini.  Bukan pakai sabun, tapi pakai garam.  Rasanya kasar-kasar tapi setelah cuci tangan, berasa lembut tangan kita, seperti habis scrub.  Cuma baunya tetap amis.

Kita menuju danau.  Tidak semua peserta mau turun ke danau.  Kayaknya hanya saya dan tante saya saja.  Mungkin cuaca lagi panas terik, jadi pada malas.  Tante saya copot sepatu dan berendam kaki, jalan-jalan di dalam air danau.  Saya foto-foto.  Danau tidak terlalu ramai, mungkin karena bukan musim liburan dan hari kerja.  Hanya ada beberapa orang, selain kita berdua.

DSCF0834 Tuz Golu1cvrw

DSCF0838 Tuz Golu4vcrw

DSCF0840 Tuz Golu6vrw

DSCF0842 Tuz Golu7nrw

Setelah dari danau, kita menuju toko-toko di sekitar situ.  Mereka jual produk-produk garam untuk mandi, scrub, sabun mandi, rendaman kaki untuk menghilangkan rasa pegal.  Pada beli nih untuk spa-spa-an sendiri di rumah.  Di bawah ini saya foto sama Mustafa the driver.

20160511_103840 Tuz Golu8crw

Dari sini kita melanjutkan perjalanan dan makan siang.  Hanya ada 1 menu makan siang yg saya foto.  Karena yg lainnya sudah pada pernah difoto, mirip-mirip menunya.

Makanan ini campur-campur segala macam nih, tomat, ayam, paprika, dll dimasak di meja kita pakai wajan besar.  Makannya pakai roti.

20160511_112355 lunch1crw

Dari sini kita melanjutkan perjalanan ke Ankara.  Tujuan kita adalah Ataturk Mausoleum.


more photos : Album Turkey Trip

Next Posting : Ataturk Mausoleum

rgds,
Lucy

Turkey Trip : Cappadocia to Ankara

Dari Cappadocia ke Ankara
11 May 2016

Kita meninggalkan Cappadocia menuju Ankara hari ini.  Di dalam bis, seperti biasa kalau tidak main HP, kita pada tidur.  Entah kenapa, begitu naik bis, bawaannya ngantuk.  Kalau belum ngantuk bisa lihat-lihat pemandangan sekitar.

Setelah perjalanan 2-3 jam, biasanya bis berhenti di Rest Area.  Rest Area kali ini, bangunannya unik.  Toiletnya bagus, gratis pula, biasanya kan bayar 1 Lira.  Ada cafe, ada minimarket, ada tempat jual souvenir.  Ibu-ibu belanja souvenir lagi. Kali ini pada borong coklat.  Saya juga beli coklat beberapa batang, karena coklat bisa bikin kenyang saat kelaparan.  Bisa beli kopi dan teh, lalu duduk-duduk di luar sambil menikmati pemandangan alam.  Ada gunung yg bersalju di kejauhan.  Bagus banget.  Ini foto-fotonya.

20160511_082736-01

20160511_082646-01

DSCF0818 morning3ncrw

DSCF0819 morning4ncrw

DSCF0823 morning5ncvrw

DSCF0826 morning6ncvrw

DSCF0827 morning7nvrw

DSCF0829 morning9ncvrw

DSCF0830 morning10nvcrw

Bagus kan pemandangannya ...
Ini difoto dari pinggir jalan loh ...


Ngomong-ngomong soal coklat, coklat Turki yg terkenal merknya Bolci, pabriknya di kota Bolu yg akan kita kunjungi beberapa hari lagi.  Kita akan mampir di toko yg jual coklat Bolci.  Chocolate dalam bahasa Turki adalah Chicolata.  

Kita akan mampir ke Tuz Golu, Danau Garam terbesar di Turki.

more photos : Album Turkey Trip

Next Posting : Tuz Golu Salt Lake

rgds,
Lucy

Saturday, July 01, 2017

Turkey Trip : Ozkonak Underground City

Ozkonak Underground City
Cappadocia, May 10, 2016


20160510_150854 Ozkonak1cvrw

Ozkonak adalah kota di bawah tanah sedalam 40 meter di bawah permukaan tanah dan terdiri dari 10 tingkat ke bawah, seperti basement 10 lantai gitu deh ... nah bisa kebayang kan kita turun tangga, mana gelap pula.  Terus terang, susah bener motret di sini karena minim cahaya.  Hanya tour leader yg bawa senter, suasana lembab karena dinding batu dan remang-remang pula.  Yg punya sakit asma atau sesak nafas, mending jangan ke sini deh ...

Kota Ozkonak Underground City bisa menampung sampai 60.000 orang, ada gudang makanan, tempat pembuatan minuman anggur dan penyimpanannya, ada sumur air, sistem ventilasi, dan pintu-pintunya berbentuk tablet bundar raksasa yg cara bukanya didorong.

20160510_152038 Ozkonak2crw

20160510_152543 Ozkonak3crw

Makan siang kita di Restoran di gua batu juga, nama resto-nya Uranus Sarikaya.  Karena di dalam gua batu, jadi suasananya gelap remang-remang begitu.  Susah juga motret resto dan makanannya.

20160510_135320 Uranos Sarikaya1nrw

20160510_135448 Uranos Sarikaya2ncrw

Menunya soup lentil yg warnanya hijau kental-kental begitu.  Ada pasta, spaghetti dengan saus tomat. Lalu menu utamanya adalah sayur dan daging yg dimasukkan ke dalam kendi dan dibakar.  Waktu mau makan kendinya dipecahkan dulu di hadapan kita, jadi ini prosesi memecah kendi jadi tontonan, macam show saja.  Rasanya bagaimana ?  Kata orang Turki, ini makanan paling maknyuss ... tapi bagi kita rasanya aneh ..

20160510_135851 Uranos Sarikaya Soup1crw

20160510_141055 Uranos Sarikaya Pasta1cbrw

20160510_142352 Uranos Sarikaya Meat1cbrw

Makanan penutupnya adalah buah, boleh pilih jeruk sunkist atau apel.  Satu orang satu buah, dikupasin di depan kita, dan mereka kupas buahnya cepat dan rapih banget.

Acara makan siang selesai.  Kita dibawa ke Toko Keramik.  Hebatnya keramik Turki ini adalah glow in the dark alias menyala di kegelapan.  Yg hobby koleksi barang pecah belah, bisa beli.  Dari mangkok dan piring kecil untuk sambal, sampai mangkok dan piring yg gede banget.

20160510_160429 Keramik Turki1crw

20160510_160511 Keramik Turki2crw

Setelah itu kita kembali ke Hotel untuk mandi dan istirahat.  Setelah makan malam, kita nonton Pertunjukkan Tarian.  Tempatnya di restoran yg di dalam gua batu juga, jadi suasananya remang-remang.  Kita duduk di meja panjang dan di meja itu dihidangkan makanan ringan, kacang-kacangan, buah-buahan, minuman anggur, dll

Tarian pertama adalah Tarian Sufi, penarinya 3 orang pria yg berputar-putar.  Suasana hening, lampu dimatikan, tinggal cahaya remang-remang.  Terus terang, saya rada serem sama tarian ini karena penarinya sepertinya melakukan tarian ini dalam keadaan trans, seperti penari kuda lumping atau debus.  Waktu tarian ini, bapak-bapak banyak yg menghilang keluar nih ... ngerokok lah alasannya. Karena emang tidak menarik sih ... bosan menontonnya.  Dan agak berbau agamis.

Tarian kedua adalah tarian rakyat tentang pernikahan pria dan wanita.  Yg pria ada teman-temannya, dan yg wanita juga ada teman-temannya.  Mulanya si wanita tidak mau waktu dilamar si pria, tapi belakangan mau juga.  Di bagian akhirnya, adalah pesta pernikahannya, penonton dilibatkan ikut menari bersama. 

20160510_211558 Dance Show1crw

IMG-20160511-WA0018 Dance Show2crw

IMG-20160511-WA0019 Dance Show3crw

IMG-20160511-WA0022 Dance Show5crw

Tarian ketiga adalah yg ditunggu-tunggu, yaitu Belly Dance atau Tari Perut.  Penarinya 1 orang wanita, sudah cukup berumur, bukan anak muda or remaja.  Sudah agak keriput.  Bajunya minim.  Turun dari atas, di dalam sangkar, bikin penonton jadi harap2 cemas aja.  Nah ... bapak-bapak langsung pada masuk tuh, ruangan jadi meriah deh ... apalagi gerakannya seronok cenderung erotis. Goyang semua.  Bapak-bapak bersorak-sorak deh.  Ibu-ibunya pada ketawa-tawa aja. Ini juga melibatkan penonton, pastinya yg disuruh maju adalah penonton pria.

Aneh juga ya di sini, tarian agamis bisa digabung pertunjukkannya dengan tarian perut yg seronok agak erotis gerakannya ha ha ha ...

Selesai nonton tarian, kita kembali ke hotel.

More photos : Album Turkey Trip

Next Posting : Tuz Golu Salt Lake

rgds,
Lucy


Turkey Trip : Uchisar and Salkim Tepesi

Uchisar Castle, Cappadocia
May 10, 2016


20160510_115803 Uchisar1cnrw

Uchisar Castle adalah kastil yang dibangun di dalam gunung batu. Bentuknya memang tidak mulus jadinya karena batu alami kan bentuknya lancip-lancip, menonjol di sana-sini, sekilas memang kelihatan jelek, makanya disebut ugly castle.  Seraya waktu berlalu, kastil ini jadi berubah fungsi menjadi gereja atau restauran.  Kata Adem, tidak ada rumah tinggal di situ, hanya gereja yg banyak di situ.  Di jalan masuk menuju Uchisar malah banyak orang jualan souvenir.  Kita tidak berhenti di situ, hanya melalui atau melewati saja.  Foto-foto di bawah ini saya ambil dari dalam bis, pakai cellphone.

20160510_115847 Uchisar4cnvrw

20160510_115806 Uchisar3cnrw

20160510_115805 Uchisar2cnvrw

Tujuan kita selanjutnya adalah mampir di Goreme Onyx, yaitu toko batu permata.  Nah bapak-bapak peserta tour yg suka batu-batuan untuk cincin, demen nih ke sini.  Kayaknya ada beberapa yg beli nih.

20160510_120434 Goreme Onyx2cvrw

20160510_120405 Goreme Onyx1crw
Yang warna biru kehijauan adalah Turkish Turquoise

Batu permata yg sangat terkenal dari Turki adalah Diaspore Stone atau Batu Diaspore, nama dagangnya adalah Zultanite.  Uniknya Zultanite ini adalah batu ini bisa berubah warna kalau terkena cahaya yg berbeda, makanya disebut color-chameleon seperti bunglon yg bisa berubah warna sesuai lingkungannya.  Dari warna hijau seperti buah kiwi kalau kena cahaya matahari, kekuning-kuningan kalau di dalam ruangan, agak keemasan seperti warna champagne, sampai seperti warna raspberry kalau kena cahaya lilin yg remang-remang, tergantung cahaya apa yg kena ke batu itu.  Selain itu ada juga Turkish Purple Jade.  Semua batu-batu ini pastilah mahal harganya.  Batu-batu mahal ini ditunjukkin di toko ini, tapi tidak boleh difoto-foto.

Batu khas Turki lainnya adalah Turquoise yg warnanya biru kehijauan dan ada garis-garis seperti urat-urat warna hitam atau keemasan.  Asalnya batu ini memang dari Turki sehingga disebut Turkish atau Turquoise dalam bahasa Perancis.  Di Turki ini banyak yg jual batu Turquoise ini, dari yg murah sampai yg mahal, tergantung kualitasnya.  Gelang, kalung, cincin, liontin, dari yg kecil sampai yg besar-besar. Kalau beli di toko-toko yg ternama, ada sertifikat yg menjamin keasliannya.

Kalau mau sekedar buat fashion, tidak usah beli yg asli, beli yg palsu saja dari beling, nanti banyak di Grand Bazaar. Ada yg warna hijau kebiruan sampai biru butek seperti susu.  Murah meriah, gaya ...

Oya, orang Turki suka perhiasan atau ornamen yg ada gambar satu mata, yg biasa disebut Blue Eye.  Bukan sekedar hiasan tapi cenderung jadi jimat atau lambang keberuntungan dan keselamatan.  Hati saya enggak cocok sama blue eye ini, jadi serem-serem gimana gitu ...
The unique
The unique beauty of Zultanite® lies in its contrasting colors, which change from kiwi greens with flashes of canary yellow under sunny skies, to rich champagnes in traditional indoor lighting and raspberry hues in candlelight. With 90 percent of all standard gemstones being only red, green or blue,
The unique beauty of Zultanite® lies in its contrasting colors, which change from kiwi greens with flashes of canary yellow under sunny skies, to rich champagnes in traditional indoor lighting and raspberry hues in candlelight. With 90 percent of all standard gemstones being only red, green or blue,
The unique beauty of Zultanite® lies in its contrasting colors, which change from kiwi greens with flashes of canary yellow under sunny skies, to rich champagnes in traditional indoor lighting and raspberry hues in candlelight. With 90 percent of all standard gemstones being only red, green or blue,
The unique beauty of Zultanite® lies in its contrasting colors, which change from kiwi greens with flashes of canary yellow under sunny skies, to rich champagnes in traditional indoor lighting and raspberry hues in candlelight. With 90 percent of all standard gemstones being only red, green or blue,

Tujuan berikutnya adalah ke Salkim Tepesi.

Salkim Tepesi Panorama
Goreme, Nevsehir

Ada apa di Salkim Tepesi ?  Sebetulnya ini adala cafe tapi pemandangannya bagus banget, menghadap ke gunung-gunung batu.  Ada meja-meja dan kursi-kursi outdoor, jadi bisa ngopi-ngopi sambil mengagumi keindahan panorama Goreme.

Kita duduk-duduk di sini sambil makan Es Krim Turki yg namanya Dondurma.  Selfie-selfie.  Ngopi-ngopi, ngeteh-ngeteh ... ngobrol-ngobrol.

Ada teropong yg pakai coin untuk melihat lebih dekat bukit-bukit batu di situ.

Ini foto-fotonya.

20160510_132407-01

20160510_132426-01

20160510_132438-01

20160510_132705-01

2016-05-17_07-58-40

20160510_132656-01

Destinasi selanjutnya adalah makan siang di Restaurant di dalam Gua Batu, namanya Uranos Sarikaya dan ke Ozkonak Underground City.

more photos : Album Turkey Trip

Next Posting : Uranos Sarikaya dan Ozkonak Underground City

rgds,
Lucy


Friday, June 30, 2017

Turkey Trip : Gallery Carpet Cappadocia

Gallery Carpet Cappadocia
Cappadocia, May 10, 2016


20160510_092139 Carpet the making2cvrw

Karpet di Turki bisa dibilang barang berharga yg diwariskan ke anak cucu.  Tiap rumah harus punya karpet yg kualitasnya bagus, karena karpet yg terpasang di rumah menentukan status sosial keluarga itu.  Karpet yg dimaksud ini, bukan karpet sembarang karpet yg dibuat secara massal pakai mesin, tapi karpet yg handmade, yg dibuat dengan tangan pengrajin karpet.  Jadi kita dibawa ke Gallery Carpet Cappadocia.

Gallery Cappadocia jualan karpet bersertifikat, sepertinya ini destinasi lokal  yg wajib kita kunjungi seperti toko kulit Popular Leather yg pernah kita kunjungi.  Mula-mula kita dibawa ke tempat pengrajin menenun karpet. 

20160510_094237 Carpet Gallery Cappadocia1cvrw

Dari sejak di bus si Adem, local tour guide kita, sudah cerita panjag lebar tentang Turkish carpet atau karpet Turki yg terkenal itu.  Dia bilang harganya yg mahal karena sebanding dengan mutunya, dibuat oleh pengrajin yg handal selama berbulan-bulan bahkan ada yg bertahun-tahun, dari material yg terbaik, dan pewarna alami.  Jadi harganya mahal karena craftmanship-nya.  Persiapan membuat karpet juga lama, mulai dari menyiapkan benangnya, pewarnanya, designnya, sampai pengerjaannya dan finishingnya.

20160510_092111 Carpet the making1crw

Pengrajin karpet biasanya anak remaja wanita dan ibu-ibu rumah tangga.  Satu hari mereka hanya bisa menenun karpet selama maksimal 2 jam saja.  Mengapa?  Karena pekerjaan menenun karpet pakai tangan ini membutuhkan ketelitian mata, jadi kalau lebih dari 2 jam, mata mereka bisa rusak.  1 cm X 1 cm bisa terdiri dari 100 ikatan / knots.  10 X 10 knots.  Ada juga yg 28 X 28 knots. Bayangkan kalau carpet ukuran 3 m X 3 m ada berapa knots ?  Karpet Turki ini ciri khasnya adalah ikatan simetris atau Turkish Symmetrical Knot yg tidak dimiliki karpet asal negara lain. Setelah dibuat ikatan, harus dipukul-pukul pakai alat yg seperti martil/pukulan, supaya padat dan rapat. Jadi pakai tenaga juga. Supaya cepat selesai kadang-kadang 1 karpet dikerjakan 2 orang pengrajin. Ada beberapa peserta tour yg diajarin cara membuat Turkish Knot.

Karpet Turki awalnya terbuat dari wool dan katun.  Belakangan baru ada yg terbuat dari sutera.  Menenun carpet itu ada benang dasar yg diikat dan ada benang yg menjalinnya/mengikatnya.  Kalau mau kombinasi material benang dasar harus lebih kuat daripada benang yg mengikatnya, misalnya wool on cotton karena cotton lebih kuat daripada wool.  Tidak ada karpet yg cotton on wool, karena pasti woolnya yg kalah dan putus.  Ini urutan berdasar kualitasnya dan harganya dari yg mahal sampai yg murah : silk on silk (harganya paling aduhai nih), cotton on cotton, wool on cotton, wool on wool.  Jadi yg paling murah adalah yg dari wool, tapi tetap saja harganya mahal menurut saya. Karpet yg dibuat dengan tangan, bagian belakangnya rapih dan bermotif, tidak seperti yg buatan mesin.

20160510_095650 Carpet Gallery Cappadocia8cr

Lalu diajak ke pembuatan benang sutera, dari kepompong sampai jadi benang, caranya bagaimana. Terus dikasih tunjuk pewarna tradisional dan natural dari bahan-bahan alami misalnya dari tanaman bunga, akar-akaran, kulit pohon dll.

20160510_093216 Carpet Silk Coccon1crw

20160510_093234 Carpet Silk Coccon2cvrw

20160510_092201 Carpet natural coloring1cvrw
Bahan pewarna alami

Kalau beli di Gallery ini tiap karpet ada sertifikatnya dan bisa dilipat sampai kecil sehingga mudah dipacking dan masuk bagasi pesawat, atau bisa juga langsung dikirim ke alamat kita di Indonesia.

Tersedia berbagai ukuran dari yg lebar banget, lebar, sedang, kecil, sampai ukuran meja dan sajadah. Ada yg persegi panjang, bujur sangkar, oval, bulat, etc.  Untuk di Indonesia paling cocok yg cotton on cotton.  Yg katun ini begitu dibentangkan langsung nempel flat di lantai dan padat, tidak ngangkat-ngangkat ujungnya.

20160510_095151 Carpet Gallery Cappadocia6crw

20160510_095556 Carpet Gallery Cappadocia7crw

Berapa harganya ?  Ratusan juta Rupiah which is seharga mobil Kijang Innova, mobil Avanza, ada juga yg puluhan juta Rupiah .... sekitar Rp 78 juta wowww ....   Pedagangnya membentangkan karpet berbagai material, berbagai motif, berbagai ukuran, dijembreng semua, dan kita boleh jalan/injak-injak di atasnya untuk membedakan yg mana yg wool, yg cotton, dan yg silk.  Yg mahal, tentulah paling adem dan lembut di kaki.

20160510_094714 Carpet Gallery Cappadocia5crw

20160510_094703 Carpet Gallery Cappadocia4crw

20160510_094651 Carpet Gallery Cappadocia3crw

20160510_094646 Carpet Gallery Cappadocia2crw

Kita juga dikasih minum teh Turki.  Gak beli karpetnya engga apa-apa, yg penting memperkenalkan produk Turki dan bagi saya tambah pengetahuan.

20160510_094857 Gallery Cappadocia Cay1crw


More photos : Album Turkey Trip

Next Posting : Uchisar dan Salkim Tepesi

rgds,
Lucy