Welcome to v1olet Blog


All photos, unless I mention and credit the source, are my personal photo stocks. If you like my photos and would like to use them, please ask by writing your comment.

Showing posts with label Shanghai. Show all posts
Showing posts with label Shanghai. Show all posts

Sunday, October 23, 2011

Travel : Shanghai Yu Garden

Day 8 : September 3, 2011
Yu Garden


Yuyuan Garden or Yu Garden is located in the center of the Old City next to the Chenghuangmiao area in Shanghai, China, is considered one of the most lavish and finest Chinese gardens in the region.

The garden was first established in 1559 as a private garden created by Pan Yunduan, who spent almost 20 years building a garden to please his father Pan En, a high-ranking official in the Ming Dynasty, during his father's old age. Over the years, the gardens fell into disrepair until about 1760 when bought by merchants, before suffering extensive damage in the 19th century. In 1842, during the Opium Wars, the British army occupied the Town God Temple for five days. During the Taiping Rebellion the gardens were occupied by imperial troops, and damaged again by the Japanese in 1942. They were repaired by the Shanghai government from 1956–1961, opened to the public in 1961, and declared a national monument in 1982.

Source : Wikipedia

Itu tadi sejarahnya menurut Wikipedia.  Selain taman, Yu Garden juga punya area pertokoan yg menyatu dengan taman.  Gaya bangunan toko-tokonya dibuat senada dg bangunan tua di kompleks Yu Garden, bahkan Haagen Daas dan Starbucks juga gerainya berupa bangunan kuno.  Ramainya seperti pasar dan suasananya pecinan sekali deh ... mirip di Glodok, Gloria, Petak Sembilan, Toko Tiga he he he ...


 

Jualan apa saja?  Makanan, minuman, camilan, kue-kue, toko souvenir, asesoris, tas, baju, sepatu, obat, segala macam deh.  Kita keliling-keliling ke toko-toko dulu, setelah itu baru memasuki kawasan taman.


Suasana taman di sore hari, ramai pengunjung ...







Tuh ... orang belanja aja sampai bawa koper segala ... turis mborong ...


Sambil menunggu rekan-rekan berkumpul, saya masuk ke toko obat untuk ngadem, karena toko obat ini pakai AC.  Toko obat ini ada beberapa sinshe yg praktek.  Pasien bisa konsultasi dan langsung dibukakan resep oleh sinshe.  Saya duduk-duduk di bangku pasien di ruang tunggu periksa sambil kipas2 sebab masih gerah dari luar.


Teman-teman saya beli obat untuk ramuan masakan berupa akar atau batang tanaman obat, saya gak ingat namanya.  Belinya ditimbang dan ada harga per ons-nya.  Harganya mahal euy!.  Tapi demi kesehatan, cia pho (makan masakan obat) secara rutin, bolehlah ...  Jika sudah dibayar, bisa minta diiris-iris dengan mesin sebab keras.  Bisa forever kalau kita harus mengirisnya dengan pisau dapur di rumah.

Sebelum diiris, dikeringkan dulu sekali lagi di dalam oven supaya tidak jamuran kali ya ...

Setelah dikeringkan, baru dimasukkan dalam mesin pengiris obat, dan hasilnya seperti gambar di bawah ini.  Tipis-tipis.  Selanjutnya dibungkus dalam kertas dan dimasukkan dalam plastik.


Setelah dari toko obat, kita menuju Restaurant untuk makan malam.  Hari sudah senja.  Ini senja terakhir trip kita kali ini.  Dari dalam bis yg melaju, terlihat matahari menyembul diantara gedung-gedung tinggi di kota Shanghai.


Dinner

Dinner kita adalah di Restoran yg menghidangkan masakan Chinese - Thailand.  Katanya masakan ini adalah hidangan khas daerah perbatasan China dan Thailand.  Jadi rasanya asam pedas.  Compact flash saya sudah full, jadi tidak bisa foto-foto lagi.  Compact Flash cadangan ada dalam koper besar di bagasi.  Malas deh mengambilnya, udah deh ... gak bisa foto-foto lagi.

Masakannya biasa aja ternyata.  Juga tidak seperti masakan Thailand yg asam pedas segar.  Yg unik adalah resto ini ada pertunjukannya lho .... Ada tari-tarian yg gerakannya dan kostumnya perpaduan antara budaya China dan Thailand.  Tapi sudah diberi sentuhan modern.  Dan yg bikin kita makan sambil senyum-senyum geli plus jijay adalah penarinya ternyata bencong.  Kok tahu?  Mukanya muka cowo yg rada kasar dan dagunya persegi, kulitnya hitam,  perawakannya kurus tapi berotot, bukan body cewe lah pokoke ... tapi pakai pakaian wanita dengan bulu-bulu yg terbuka di bagian perut.  Kebayang gak anehnya.  Dandanan menor, bedak keputihan cemang-cemong, lipstick merah menyala.  Gerakannya mulai dari yg luwes dan anggun (maksudnya ...) sampai tari perut yg sexy (maksudnya ...), tapi yg ada kita malah ketawa-ketiwi menontonnya.  Saya sampai gak tega memotretnya ... gak sampai hati.  Kenapa sih tidak cari cewe beneran aja yg menari.  Wong makan kok dihibur sama tarian yg kayak gitu sih ... keselek nih ...

Setelah makan, tiba saatnya kita menuju ke Airport.  Kita naik Maglev Train dari Stasiun Maglev menuju Pudong International Airport.  Sedangkan bagasi kita diangkut dengan bus ke Airport.

Shanghai Maglev Train

Shanghai Maglev Train or Shanghai Transrapid (Shànghǎi Cífú Shìfàn Yùnyíng Xiàn; literally "Shanghai Magnetic Levitation Demonstration Operation Line") is a magnetic levitation train, or maglev line that operates in Shanghai, China. It is the first commercially operated high-speed magnetic levitation line in the world. The train line was designed to connect Shanghai Pudong International Airport and the outskirts of central Pudong where passengers could interchange to the Shanghai Metro to continue their trip to the city center. 

Construction of the line began in 1 March 2001 and public commercial service commenced on 1 January 2004. The top operational commercial speed of this train is 431 km/h (268 mph), making it the world's fastest train in regular commercial services since its opening in 2004, faster than TGV in France and also faster than the latest CRH conventional wheel train in China at 350 km/h (217 mph). The train set and tracks were built by Siemens. 

The line runs from Longyang Road station in Pudong to Pudong International Airport. At full speed, the journey takes 7 minutes and 20 seconds to complete the distance of 30 km (18.6 mi), although some trains in the early morning and late afternoon take about 50 seconds longer. A train can reach 350 km/h (217 mph) in 2 minutes, with the maximum normal operation speed of 431 km/h (268 mph) reached thereafter.

Source : Wikipedia

Stasiun Maglev di Laoyang ternyata sepi.  Akhir-akhir ini orang jarang naik dari Laoyang, karena ada trayek kereta dari stasiun sebelum Laoyang yg juga langsung menuju Pudong International Airport.  Orang jadi malas ganti kereta.  Lagipula tiket kereta itu lebih murah daripada Maglev.

Stasiunnya bersih, kereta juga bagus dan bersih.  Seperti biasa, kita foto-foto di dalam gerbong secara di gerbong itu mayoritas rombongan kita.  Ini foto terakhir di kamera DLSR saya sebelum memory full.  Kecepatan mencapai 301 km/jam dan sekitar 7 menit kita sudah tiba di Pudong International Airport. So fast neeee ....


Beginilah penampakan Maglev Train.



Masih ada cukup waktu untuk foto-foto di Airport Shanghai dan untuk shopping.  Last minute shopping ngabisin sisa RMB di dompet he he he ...

Karena penerbangan kita midnight, kita udah keburu lapar lagi dong ... jadi kita makan Burger King. Setelah itu saya ganti baju, cuci muka, dan gosok gigi, supaya tinggal tidur di pesawat.

Penerbangan kita dengan Singapore Airlines (SQ)
Sep 3, 2011 - SQ 825 - Shanghai (PVG) - SIN - 00:10 - 05:30

Begitu masuk pesawat, langsung siap-siap tidur.  Mencoba tidur tapi hanya bisa tidur-tidur ayam. Sekitar jam 3 pagi, kita dibangunin untuk sarapan.  Please deh ... mana selera sih.

Tiba di Singapore sekitar jam 05:30 pagi, toko-toko belum buka.  Kita cuci muka dan gosok gigi dulu deh sampai toko-toko buka.  Masih sempat belanja singkat di Changi sekitar 1 jam sebelum boarding.  Ternyata ya ... barang-barang di Airport Pudong jauuuuuhhhhh lebih murah daripada di Changi.

Penerbangan kita ke Jakarta :
Sep 4, 2011 - SQ 952 - SIN - CGK - 07:40 - 08:25

Inilah akhir dari perjalanan kita ke China yg penuh dengan pengalaman dan kenangan tak terlupakan.

Terimakasih untuk rekan-rekan seperjalanan yg akur-akur dan ceria, untuk tour guide dan local tour guide, driver, dan para pembaca blog v1olet - my favorite things.  Ke China lagi yuuuukkkkk ... I will be back!


The End

rgds,
Lucy

Saturday, October 22, 2011

Travel : Shanghai Xiantiandi Bar Street

Day 8 : September 3, 2011
Xiantiandi Bar Street



Pagi ini bangunnya tidak terburu-buru, santai saja karena ini hari terakhir.  Saya malah sempat foto-foto buah peach yg ranum-ranum.  Juicy banget nih buah peach.



Setelah packing kita sarapan dan check out.  Penerbangan kita midnight alias lewat tengah malam, jadi hari ini full jalan-jalan di Shanghai dan sekitarnya.

Tujuan kita yg pertama adalah Xiantiandi Bar Street.  Ini adalah lokasi restaurant-restaurant Eropa, Cafe dan Bar dan mayoritas pengunjungnya adalah orang bule dan turis.  Kalau di Jakarta, mungkin ini setipe dengan daerah Kemang.  Sudah kebayang kan kira-kira seperti apa tempatnya he he he ... bukan resto2 chinese food yg hiruk pikuk dan bau-bau gimana gitu ...

Daerah ini termasuk daerah elite karena dealer-dealer mobil Eropa seperti Porche, Lamborghini, Rolls-Royce ada showroomnya di sini.

Memasuki kawasan Xiantiandi ada kolam dan air mancur seperti gambar di atas dan di bawah ini.





Kawasan ini bersih sekali dan toilet di sini adalah yg paling bersih dari antara semua tempat umum yg saya kunjungi di trip ini.  Gaya dan arsitektur resto-resto di sini memang bagus.  Tapi sayang, waktu kita tiba, resto-resto itu masih pada tutup, kalaupun pintunya sudah dibuka, mereka masih beres-beres.  Belum ada pengunjung yg makan, kepagian sih kita datangnya.  Walahhhhh ... ternyata kita berkunjung pada jam yg salah nih ... mustinya datang ke sini di malam hari supaya merasakan ambiencenya dan gemerlapnya.  Kalau pagi hari begini sih ... seperti resto-resto outdoor biasa.  Ternyata tadi malam anak-anak muda dari rombongan kita sudah ke sini dan katanya keren memang .... ahhh  ... seandainya tadi malam saya ikutan mereka (menyesal mode on).

 


 
 

Karena bangunannya artistik dan unik, cocok nih buat jadi lokasi pemotretan model.  Serasa di bukan di China deh ...

Foto Model .... cute kan?


Foto BUKAN Model ... gayanya udah mirip sih, cuma beda arah ngadepnya ... 
dan sama sekali tidak cute he he he ...

Sebagian dari rombongan kita ngopi-ngopi di Coffee Beans.  Selebihnya foto-foto narsis ...

Pabrik Mutiara

Dari sini kita mengunjungi tempat penjualan mutiara.  Ini juga tempat yg wajib dikunjungi.  Yao bu yao kudu datang (mau tak mau harus datang), mai bu mai kudu masuk (beli tak beli harus masuk).

Seperti biasa kita dijelaskan serba-serbi mutiara.  Mutiara di sini adalah mutiara air tawar (fresh water pearl) hasil ternak, jadi besar kecil, bentuk dan warnanya bisa diatur.  In case ada yg belum pernah lihat mutiara air tawar, ini fotonya.


Mereka menawarkan cream dari serbuk mutiara yg bisa menghaluskan kulit, dan kita dikasih coba secolek-secolek.  Harganya?  Tentulah mahal.  Selain itu ada produk-produk dari mutiara lainnya.  Dan terakhir kita digiring ke etalase-etalase yg berisi berbagai perhiasan mutiara.  Bagus bentuknya, dan bagus harganya.  Sampai terlongong2 kita mengkonversikan harganya ke Rupiah.  Tapi ada sale juga.  Gak tau ini sale beneran atau bisa-bisanya mereka aja he he he ...  Lagi ada promo kalung dan gelang mutiara.  Wah ... boleh juga nih beli kalung untuk seragam panitia perhelatan di kantor.  Kalung mutiara kan paling cocok dipadu dengan little black dress.  Bungkuuuuussssssssss .....

Destinasi selanjutnya adalah Tao Bao Market.

Tao Bao Market

Tao Bao Market adalah tempat shopping seperti Mangga Dua.  Hanya satu bangunan tapi banyak tingkat dan jual macam2 barang dari souvenir, baju, sepatu, tas, mainan, elektronik, dll  Barang yg dijual banyak yg sama tapi buka harganya astaga, bisa pingsan mendengar first offer.  Mahalnya gak kira-kira.  Tapi bisa ditawar.  Jadi-jadinya bisa tinggal 20%.  Jangan nawar setengah harga saat mereka baru buka harga pertama.  Harus tega mentega kalo mau sukses belanja di sini.  Tapi resikonya adalah berantem sama penjual, soalnya mereka galak-galak.  Hanya di China ini yg pembeli bukan raja, malah bisa dimarah-marahin oleh pedagang.  Kalau kita yg sesama orang Asia sih hanya nyengir or cuex aja, tapi banyak juga bule-bule yg belanja di sini sampai kaget waktu disentak sama encik or engkoh yg dagang .... kita bisa diuber kalau udah nawar tapi gak jadi beli. Seram gak seeeehhhhhh ....

No foto sama sekali, tatuttttt ... soale saya pernah dibentak sampai lompat waktu enak2 foto dagangan mereka. Kan ceritanya mau candid he he he ...

Anyway .... pada belanja oleh-oleh di sini, begitu keluar pada bawa tentengan belanjaan, seru juga.

Lunch

Makan siang kita di restoran yg lumayan bagus dan makanan juga lumayan enak, relatif lebih enak lah daripada yg kemarin-kemarin.  Jenis masakannya masih mirip tapi rasanya lebih bisa diterima lidah.

Hanya di resto ini yg menyediakan dessert berupa kue, tapi menghidangkannya bukan di akhir, melainkan berbarengan dengan lauk ... jadi sembari makan nasi, kita makan kue bolu gulung dan sejenis kue talam gitu ....

Tim ikan ini beneran enak .... eittsss musti hati-hati karena durinya banyak


Destinasi selanjutnya adalah Yu Garden.

to be continued

rgds,
Lucy

Wednesday, October 19, 2011

Travel : The Shanghai Bund



Day 7 : September 2, 2011
The Shanghai Bund



The Bund  is a waterfront area in central Shanghai, People's Republic of China. The area centres on a section of Zhongshan Road (East-1 Zhongshan Road) within the former Shanghai International Settlement, which runs along the western bank of the Huangpu River, facing Pudong, in the eastern part of Huangpu District. The Bund usually refers to the buildings and wharves on this section of the road, as well as some adjacent areas. It is one of the most famous tourist destinations in Shanghai. Building heights are restricted in this area.

The Bund houses 52 buildings of various architectural styles such as Romanesque, Gothic, Renaissance, Baroque, Neo-Classical, Beaux-Arts, and Art Deco (Shanghai has one of the richest collections of Art Deco architectures in the world). 

Source : Wikipedia The Bund

Setelah makan malam, kita langsung menuju ke Nanjing Road.  Lho ... kok tidak ke The Bund dan Pearl Tower?  Itu karena sebagian besar dari kita ingin shopping.  Hanya 3 orang dari rombongan ini yg ingin ke The Bund.  Saya termasuk diantaranya.  Jadi setelah menentukan meeting point, kita bertiga berpisah dari rombongan yg mau shopping.  Kita jalan kaki menyusuri Nanjing Road sampai ke ujung dan kita tinggal menyeberang, sampailah kita di The Bund dan Pearl Tower.

Keterangan tentang The Bund silahkan baca di Wikipedia.  Suasana malam hari di The Bund sangat ramai dan sungguh meriah. Bentuk dan gaya gedung-gedungnya unik dan keren.  Warna-warni lampu dari 52 building di kawasan itu benar-benar spektakular.  Seandainya saya bawa tripod, pasti bagus banget foto-fotonya.

Salah seorang rekan di kantor saya ikut group tour lain dan salah satu acaranya adalah naik perahu menyusuri The Bund, katanya bagus sekali.  Betul juga kata tour guide kita, si Sumar, kita jalan-jalan ikut tour bukan mau beli barang, atau beli oleh-oleh, tapi mau beli kenangan indah, memory yg berkesan dan tak terlupakan.  Sayang seribu sayang, saya tidak ikut cruise di Huangpu River.  Next time deh kalau ke sini lagi, kudu naik kapal itu.

Kata orang "picture speaks thousand words".  Nah ... saya gak usah kasih keterangan gambar panjang lebar, enjoy aja foto-foto berikut ini he he he ...  Oya, foto-foto ini bukan HDR tapi foto beneran sekali jepret, cuma karena pengaruh cahaya lampu, warna fotonya jadi kayak begini.

Dari ujung Nanjing Road, tinggal nyebrang aja, sampai deh di The Bund


Nyebrangnya lumayan tertib di zebra cross, soalnya ramai bener sih 


Dimana-mana orang sibuk motret ... saya termasuk diantaranya :) 
Salah satu gedung favorit saya.



Saya suka nih sama gedung yg atapnya seperti mahkota raja ini

Hampir jam 8 malam, masih belum terlalu malam ... masih boleh jalan-jalan.  Hm... masih pengen shopping pula ...


Huangpu River dan deretan gedung-gedung dengan lampu warna-warni, termasuk Pearl Tower yg unik bentuknya

 Nah ... yg ini  foto favorit saya nih ... Bentuk atapnya lucu, bulat-bulat.

 Gedung Atap Hijau ini unik juga lho ... Kalau tidak salah ini Peace Hotel ?
 

 Shanghai Oriental Pearl Tower

The Oriental Pearl Tower is a TV tower in Shanghai, China. The Oriental Pearl Tower is located at the tip of Lujiazui in the Pudong district, by the side of Huangpu River, opposite of The Bund.

It was designed by the Shanghai Modern Architectural Design Co. Ltd. Principal designers are Jiang Huan Chen, Lin Benlin and Zhang Xiulin. Construction began in 1990 and the tower was completed in 1994. At 468 m (1,535 feet) high, it was the tallest structure in China (excluding Taiwan; see Taipei 101) from 1994–2007, when it was surpassed by the Shanghai World Financial Center. The Oriental Pearl Tower belongs to the World Federation of Great Towers.

The design of the building is said to be based on a verse of the Tang Dynasty poem Pipa Song by Bai Juyi about the wonderful sprinkling sound of a pipa instrument, like pearls, big and small falling on a jade plate. However, the designer Jiang Huancheng says that he did not have the poem in mind when designing the tower. It was the chief of the jury board who said it reminded him of that poem.

Source : Wikipedia Oriental Pearl Tower

Waktu Tahun 2004 saya sudah pernah naik ke Shanghai Pearl Tower ini, ke Observatorium ... melihat pemandangan kota Shanghai dari sore hingga malam hari.

Difoto dari seberang jalan, ada patungnya tuh di sebelah kiri


 By the Huangpu River


 Next time kalau ke sini lagi, kudu naik kapal ini ....


Nanjing Road

Sebetulnya masih ingin foto-foto dan memandang The Bund lebih lama, tapi takut ketinggalan rombongan.  Kita menyusul ke Nanjing Road.  Jalan ini cukup panjang dan bus pariwisata tidak boleh masuk kawasan ini.  Jadi bus kita parkirnya jauh deh, di luar kawasan ini.

Nanjing Road ini bentuknya seperti Pasar Baroe juga ... di kanan dan kiri penuh toko-toko.  Saya hanya sempat masuk ke satu toko, UNIQLO saja ... cuma beli kaos dan celana cargo. Waktu sudah habis ... wah kalau begini sih gak bisa dibilang shopping nihhhh.  Waktu kurang lama. Banyak terbuang untuk jalan kaki dari dan ke parkiran bus.  Capek dueeeehhhhhh ....

Tempat Meeting Point kita adalah di depan toko camilan dan makanan yg bisa buat oleh-oleh, jadi selagi menunggu teman-teman berkumpul, saya jajan youghurt rasa peach, enak gilaaa !




Overviewing Evening in Shanghai

Kita menginap di Hotel Holiday Inn Zhabei, letaknya agak di pinggiran kota Shanghai, katanya lebih dekat ke airport.  Kalau dipikir-pikir jauh dekat dengan airport sih enggak pengaruh deh, secara besok pagi kita akan check out, tidak langsung ke airport tapi masih jalan-jalan sampai malam karena penerbangan kita midnight.

Foto-foto di bawah ini saya ambil dari jendela kamar hotel.  Jendela dibuka, dan karena saya tidak bawa tripod, jadi kamera saya taruh di atas tempat tissue.  Begini nih kalau malas bawa tripod he he he ...  Pemandangan gedung-gedung, jalan, dan lampu-lampu kelap-kelip.







Anak-anak muda dari rombongan kita pada keluar lagi menikmati gemerlap kehidupan malam kota Shanghai.  Masih muda memang paling enak, masih banyak energinya ...

Malam ini saya capek sekali, setelah packing langsung terkapar, tidur ... sambil membayangkan Shanghai Bund, Shanghai Pearl Tower, Shanghai Tang, Shanghai Dress, Es Shanghai ... zzzzzzzz

to be continued

rgds,
Lucy