Pada tanggal 9 Juli 2010 yg lalu saya menghadiri pernikahan ala peranakan dan prosesinya, termasuk acara Sangjit atau Seserahan. Bukan hanya hadir, tapi juga dimintai tolong untuk menjadi pembawa seserahan. Ada 10 orang team pembawa Seserahan ini. Ini bukan sekedar Sangjit yang simple seperti biasa, tapi betul-betul luar biasa karena bertemakan dan bernafaskan Chinese Peranakan, dari busana, dandanan, asesoris, susunan acara, bahkan makanan dan camilan pun semua serba Peranakan.
Untuk acara ini, saya dibekali dengan satu set kebaya encim warna putih yang dibordir, disandingkan dengan kain batik pekalongan yang warna dan motifnya cerah. Selopnya warna cream bermotif buah peach orange. Asesorisnya bros 3 rangkai. Untuk rambut, bukan konde modern tetapi konde cepol tanpa poni.
Kita datang berkumpul untuk dandan dan siap-siap sejak jam 5 pagi. Berangkat dari rumah mempelai pria sekitar jam 9 pagi, tiba di rumah mempelai wanita sekitar jam 10 pagi. Mempelai pria dan keluarga intinya sama sekali tidak ikut ke rumah mempelai wanita. Acara Sangjit dilanjutkan dengan acara makan siang bersama keluarga besar mempelai wanita. Setelah makan siang kita menerima balasan seserahan dari pihak mempelai wanita untuk mempelai pria.
Waktu berangkat, tidak bisa foto-foto karena tidak bisa bawa barang kecuali nampan seserahan. Foto-foto ini diambil di rumah mempelai pria, setelah pulang menjalankan tugas mengantar seserahan ke rumah mempelai wanita.
Seserahan dari mempelai wanita untuk mempelai pria
Team Pembawa Seserahan
Konde Cepol
Selop Bordir Handmade yg empuk dan nyaman dipakai
Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Keesokan harinya, Sabtu 10 Juli 2010 adalah Resepsi Pernikahannya, juga gaya Chinese Peranakan.
to be continued
rgds,
Lucy
1 comment:
aduh selopnya cantik,, beli dimana mba ?? hehehe
Post a Comment